Harga Bapokting di Pasar Induk Bondowoso Melonjak, Daya Beli Menurun

  • 08 Jun 2026 14:34 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Sejumlah kebutuhan pokok dan bumbu dapur di Pasar Induk Bondowoso mengalami kenaikan harga dalam sepekan terakhir. Kenaikan paling mencolok terjadi pada bawang putih yang melonjak dari Rp25 ribu - Rp26 ribu per kilogram menjadi Rp35 ribu per kilogram.

Penjaga Toko Haji Budi di Pasar Induk Bondowoso, Ubaidillah, mengatakan kenaikan harga mulai terjadi dalam beberapa hari hingga sepekan terakhir pada sejumlah komoditas. Kondisi tersebut membuat pembeli terkejut dan mengurangi jumlah pembelian.

"Kalau bawang putih, yang minggu kemarin harga Rp25.000, Rp26.000, sekarang sudah Rp35.000," kata Ubaidillah saat ditemui di Pasar Induk Bondowoso, Senin, 8 Juni 2026.

Sementara itu, harga bawang merah justru mulai mengalami penurunan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp55 ribu - Rp60 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp50 ribu hingga Rp52 ribu per kilogram.

Selain bawang putih, kenaikan harga juga terjadi pada beras premium. Harga beras yang sebelumnya Rp15 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp16 ribu per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng, termasuk Minyakita. Menurut Ubaidillah, harga satu dos Minyakita yang sebelumnya Rp230 ribu kini menjadi Rp240 ribu.

Komoditas lain yang mengalami kenaikan adalah ketan. Harga ketan yang sebelumnya berkisar Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per kilogram kini mencapai Rp24 ribu per kilogram.

Ubaidillah menduga kenaikan harga beberapa komoditas dipengaruhi faktor impor, terutama untuk bawang putih dan kedelai.

"Bisa jadi, karena kan bawang putih kan impor," ujarnya.

Harga kedelai juga mengalami kenaikan dari Rp10.200 menjadi Rp11.200 per kilogram. Menurutnya, kenaikan kedelai sudah berlangsung lebih dari satu minggu.

Tidak hanya bahan pangan utama, sejumlah bumbu dapur lainnya juga mengalami kenaikan. Harga ketumbar naik dari Rp21 ribu menjadi Rp26 ribu per kilogram, sedangkan merica naik dari Rp144 ribu menjadi Rp148 ribu per kilogram.

Kenaikan harga juga merambah kebutuhan nonpangan seperti plastik kresek. Harga satu pak plastik kresek yang sebelumnya sekitar Rp22 ribu kini naik menjadi Rp32 ribu.

Menurut Ubaidillah, seluruh barang yang dijual diperoleh dari pemasok lokal. Namun, sebagian komoditas tetap bergantung pada bahan baku impor sehingga rentan terhadap kenaikan harga.

Ia mengakui lonjakan harga sejumlah komoditas berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Banyak pembeli yang mengurangi jumlah pembelian, terutama untuk kebutuhan bumbu dapur.

"Ya, pasti ngeluh. Terkejut malah ke bawang putih ini. Minggu kemarin Rp25 ribu, Rp24 ribu, langsung Rp35 ribu. Kan kaget sekali," ungkapnya.

Ia menambahkan, penurunan daya beli paling terasa pada komoditas bumbu seperti bawang putih, bawang merah, ketumbar, dan berbagai rempah lainnya yang mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....