Puluhan UMKM Bondowoso Ikuti Kurasi Produk, Naik Kelas

  • 11 Des 2025 10:49 WIB
  •  Jember

KBRN, Bondowoso: Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Diskoperindag Bondowoso menggelar kurasi produk yang diikuti oleh puluhan pelaku UMKM di Ruang PLUT, Kelurahan Kota Kulon,, Kamis, (11/12/2025). Kegiatan tersebut digelar untuk mendongkrak dan mendorong produk lokal agar dapat tembus di pasar modern hyfresh supermarket. Tampak sejumlah pelaku UMKM antusias mengikuti kegiatan tersebut dengan membawa sampel produk masing-masing.

Plt Kepala Diskoperindag Bondowoso, Nunung Setianingsih memaparkan bahwa kegiatan kurasi UMKM bertujuan agar para pelaku usaha nantinya dapat naik kelas. Pasalnya, kegiatan ini merupakan proses kurasi yang menyeleksi legalitas hingga kualitas produk. Dan tentunya nanti bagaimana pemasaran mereka dapat tembus sampai dengan pasar modern, tidak hanya pasar lokal.

" Jadi tujuan utama kita bagaimana pelaku usaha UMKM ini betul-betul mereka bisa harus bisa naik kelas, artinya naik kelas tadi saya sampaikan bahwa naik kelas berarti mereka bukan hanya fokus pada kegiatan yang sudah dilaksanakan sehari-hari," tuturnya .

Menurutnya, kegiatan kurasi merupakan salah satu bentuk pembinaan, pelatihan, sosialisasi dan lain sebagainya. " Karena kurasi produk ini mereka tidak hanya diberi pengetahuan masalah bagaimana produk, tapi keseluruhan lengkap di sana," lanjut Nunung.

Selain itu, ia berharap produk-produk UMKM Bondowoso dapat masuk ke dalam rumah kurasi agar benar-benar dapat memiliki kelengkapan legalitas.

" Memang di Bondowoso masih belum ada ya rumah kurasi. Artinya kalau sampai pelaku usaha itu masuk ke rumah kurasi, otomatis legalitas dan semua kelengkapan mereka untuk berusaha itu sudah betul-betul lengkap benar seperti itu," terangnya.

Lebih jauh, perempuan yang menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) tersebut mendorong para pelaku usaha agar mereka tidak hanya fokus pada sifatnya lokal, manual dan sebagainya. Tapi mereka bisa beraktivitas sampai ke media sosial atau di platform marketplace yang ada.

" Tadi mungkin salah satu pelaku usaha sudah saya coba tes, mereka mengadakan kegiatan bahwa dia sudah melakukan aktivitasnya melalui TikTok," imbuhnya.

Untuk itu diharapkan kegiatan tersebut dapat memberikan wawasan terkait dengan kualitas produk UMKM dan kemasan. Artinya membangun pola pikir pada pelaku usaha harus kreatif, inovatif dalam melaksanakan aktivitas usahanya.

" Saya coba lihat, ternyata dari kemasan, dari konten yang mereka buat memang sesuai. Sehingga menarik konsumen untuk bisa membeli produk mereka," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pelaku UMKM asal Desa Bataan, Aminah mengaku kegiatan tersebut membuka wawasan dan pengetahuan dalam mengembangkan usaha kacang telur yang digelutinya selama ini.

" Alhamdulillah dapat masuk dalam kegiatan kurasi produk binaan Diskoperindag. Dapat banyak pengetahuan lah," akunya.

Ia berharap dengan kegiatan tersebut dapat menembus pasa modern hyfresh supermarket yang ada di Kabupaten Bondowoso agar dapat menambah pangsa pasar selain pasar tradisional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....