Pekan PLUT 2026, Diskoperindag Bondowoso Kenalkan Strategi Ekspor UMKM

  • 18 Mei 2026 12:47 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso mulai membuka wawasan ekspor bagi pelaku UMKM melalui Pekan PLUT KUMKM 2026 di Gedung PLUT KUMKM, Jalan Diponegoro, Bondowoso.

Kepala Diskoperindag Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan mempertemukan potensi produk lokal Bondowoso dengan kebutuhan pasar luar negeri.

“Mulai pekan PLUT saat ini, salah satunya adalah membuka wawasan tentang ekspor. Ekspor dengan tahap-tahapannya akan dijelaskan secara rinci,” kata Hergiar, Senin, 18 Mei 2026.

Ia menjelaskan, produk UMKM Bondowoso harus memenuhi standar kualitas dan kebutuhan pasar internasional agar mampu bersaing. Selain itu, pelaku usaha juga perlu memahami legalitas dan sertifikasi ekspor.

“Pertama kita harus punya produk yang berkualitas, paling tidak standar. Yang kedua kita harus tahu pasarnya, setelah itu ada tahapan administrasi dan sertifikasi yang dibutuhkan ekspor,” ujarnya.

Hergiar menyebut sejumlah produk khas Bondowoso telah menembus pasar luar negeri, di antaranya arang, tape krispi dan sambal kecombrang. Bahkan produk kerajinan berbahan batok kelapa juga diminati pasar Amerika Serikat, khususnya kalangan peselancar.

Namun, menurutnya, sebagian besar produk tersebut masih dipasarkan melalui pihak lain sehingga nilai tambah yang diterima pelaku usaha Bondowoso belum maksimal.

“Banyak pengusaha besar mengambil barang dari Bondowoso, tetapi dijual atas nama mereka sendiri, bukan atas nama Bondowoso. Akhirnya nilai tambahnya sangat kurang,” tuturnya.

Berdasarkan data Diskoperindag tahun 2023, jumlah UMKM di Bondowoso mencapai sekitar 40 ribu usaha mikro. Namun, UMKM yang pernah melakukan ekspor diperkirakan belum mencapai 50 pelaku usaha dan sebagian masih melalui jasa titip atau agregator dari kota lain.

Negara tujuan ekspor produk Bondowoso saat ini di antaranya Malaysia dan beberapa negara Timur Tengah.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat mengubah pola pikir pelaku usaha yang selama ini menganggap ekspor sulit dan rumit. Diskoperindag juga menggandeng perbankan agar UMKM memiliki dukungan pembiayaan dan tidak terburu-buru menjual produk mentah.

“Harapannya ada wawasan secara legalitas, administrasi dan pasar sehingga nanti bisa match dengan produk yang ada di Bondowoso,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....