Gandrung Sewu 2026 Bakal Digelar Malam Hari untuk Pertama Kalinya
- 01 Okt 2026 07:54 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Gandrung Sewu 2026 akan digelar pada malam hari untuk pertama kalinya sejak pertunjukan tari kolosal tersebut berlangsung selama 14 tahun. Pertunjukan yang menjadi salah satu ikon budaya Banyuwangi itu dijadwalkan berlangsung 24 Oktober 2026 dengan memadukan seni tari tradisional, tata cahaya, dan teknologi pertunjukan.
Lebih dari 1.000 penari akan terlibat dalam Gandrung Sewu tahun ini. Para penari akan menggunakan elemen fosfor yang dipadukan dengan tata cahaya untuk menghadirkan pengalaman visual berbeda dalam pertunjukan malam.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan perubahan waktu pertunjukan menjadi malam hari merupakan bagian dari upaya mengembangkan Gandrung Sewu tanpa menghilangkan nilai budaya yang menjadi dasar pertunjukan. Konsep tersebut diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi penonton dan wisatawan.
“Setiap tahun kami berupaya menghadirkan sesuatu yang baru dalam Gandrung Sewu. Tahun ini untuk pertama kalinya kita hadirkan pada malam hari,” kata Ipuk saat konferensi pers Gandrung Sewu 2026, Rabu, 30 September 2026.
Menurut Ipuk, inovasi dalam penyelenggaraan tidak berarti mengubah esensi Gandrung Sewu. Seni tari Gandrung tetap menjadi unsur utama melalui gerak, irama, ekspresi, dan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
“Tradisi tidak harus diam di tempat. Tradisi bisa terus bergerak, beradaptasi, dan berkembang mengikuti zaman, tanpa kehilangan jati dirinya. Esensi utama Gandrung Sewu tetap seni tari Gandrung itu sendiri,” ujar Ipuk.
Penyelenggaraan Gandrung Sewu 2026 mendapat dukungan InJourney, holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan konsep pertunjukan malam sekaligus memperkuat daya tarik Gandrung Sewu sebagai atraksi budaya dan pariwisata.
SVP Corporate Secretary InJourney, Yudhistira Setiawan, mengatakan Banyuwangi memiliki kekayaan alam dan budaya yang menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata. Menurutnya, Gandrung Sewu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu signature cultural event Indonesia.
“Banyuwangi memiliki banyak elemen potensi wisata yang sudah mapan dan lengkap, termasuk destinasi maupun atraksi. Banyuwangi memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat kuat,” kata Yudhistira.
Yudhistira mengatakan konsep pertunjukan malam dirancang bersama Pemkab Banyuwangi untuk memperluas daya tarik Gandrung Sewu bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Pengembangan tersebut tetap dilakukan dengan mempertahankan esensi budaya Gandrung sebagai bagian utama pertunjukan.
Menurutnya, pengembangan sebuah event pariwisata tidak hanya berorientasi pada jumlah pengunjung saat acara berlangsung. Event juga diharapkan memberikan dampak lanjutan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah melalui pengalaman wisata yang lebih utuh.
“Dalam rangka memperkuat dan mengamplifikasi event Gandrung Sewu ini agar menjadi daya tarik yang lebih besar bagi wisatawan di Nusantara maupun mancanegara, kami merancang bersama Pemkab konsep pertunjukan baru pada malam hari, tanpa melupakan esensi dari budaya Gandrung itu sendiri,” ujar Yudhistira.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....