Peta Daur Hidup Masyarakat Jawa, dari Prakelahiran hingga Sasmita Jati

  • 29 Sep 2026 16:44 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Perjalanan manusia dalam pandangan budaya Jawa dimulai bahkan sebelum kelahiran. Setiap tahapan kehidupan kemudian memiliki tradisi, tata laku, dan nilai yang menjadi bagian dari proses pendidikan manusia hingga memasuki usia dewasa dan masa tua.

Pinisepuh Padepokan Wahyu Purbo Sejati, Ki Bagus Wijaya menjelaskan bahwa tahapan pertama adalah masa prakelahiran. Dalam tradisi Jawa dikenal sejumlah prosesi keselamatan kehamilan seperti ngapati, mitoni, dan tingkepan. Tahapan tersebut menunjukkan peristiwa kehadiran seorang anak dipandang sebagai sesuatu yang disambut dengan rasa syukur sekaligus kesiapan.

“Kalau kita melihat daur hidup masyarakat Jawa secara utuh, ternyata perjalanan manusia itu dimulai bahkan sebelum manusia tersebut lahir dan dikenal masyarakat,” jelas Ki Bagus dalam siaran Ruang Budaya Pro 1 Jember, Rabu, 12 Agustus 2026.

Setelah masa kehamilan, manusia memasuki fase kelahiran. Pada tahap ini terdapat berbagai tradisi yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan asal-usul kehidupannya, termasuk konsep sedulur papat, tradisi yang berkaitan dengan ari-ari, mendhem ari-ari, pupak puser, puputan puser, hingga selapanan.

Perjalanan kemudian berlanjut ke masa pertumbuhan anak. Menurut Ki Bagus, fase tersebut tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik, tetapi juga menjadi masa penting untuk menanamkan pendidikan dan tata krama.

Anak mulai dikenalkan dengan cara berbicara kepada orang yang lebih tua, penggunaan bahasa yang sesuai, hingga kebiasaan sederhana seperti menggunakan tangan kanan ketika menerima sesuatu dari orang lain.

Tahapan masa kanak-kanak juga ditandai dengan tedhak siten atau turun tanah, yang di masyarakat Jember lebih dikenal dengan istilah mudhun lemah. Tradisi tersebut menjadi salah satu penanda penting dalam perjalanan masa kanak-kanak.

Setelah masa anak-anak, manusia mulai memasuki fase menuju kedewasaan. Ki Bagus menyebut Purnama Siddhi sebagai salah satu bagian yang berkaitan dengan tanda kedewasaan, termasuk khitan atau menstruasi pertama beserta prosesi yang menyertainya.

Tahap tersebut kemudian membawa manusia pada tanggung jawab yang lebih besar terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Perjalanan berikutnya adalah kehidupan berpasangan dan membangun keluarga. Dalam tahapan ini dikenal berbagai proses seperti pertunangan, pinangan atau lamaran, hingga rangkaian menuju perkawinan. Ki Bagus menyebut beberapa tradisi yang menyertainya, antara lain ruwatan, midodareni, dan ngyayeni.

Setelah memasuki kehidupan berkeluarga dan menjadi orang tua, tanggung jawab manusia semakin berkembang. Orang tua tidak hanya memiliki tanggung jawab memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga mewariskan nilai, mengajarkan budi pekerti, serta mempersiapkan generasi berikutnya untuk menjalani kehidupan.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju masa dewasa dan masa tua. Pada fase ini manusia mulai diajak menyadari bahwa kehidupan duniawi tidak berlangsung selamanya. Salah satu konsep yang kemudian diperkenalkan adalah sasmita jati.

Ki Bagus menegaskan bahwa sasmita jati tidak dimaknai sebagai upaya menentukan kapan seseorang meninggal. Sebaliknya, konsep tersebut berkaitan dengan kesadaran bahwa kehidupan memiliki batas dan manusia perlu menjalani kehidupan dengan sikap eling lan waspada.

“Sasmita jati bukanlah upaya untuk menentukan kapan seseorang itu akan meninggal, tapi lebih dari itu, ia dapat dipahami sebagai sebuah pengingat agar manusia senantiasa eling lan waspada, sadar bahwa kehidupan memiliki batas,” jelas Ki Bagus.

Dengan demikian, peta daur hidup masyarakat Jawa memperlihatkan adanya kesinambungan antara satu fase dengan fase lainnya. Prakelahiran tidak terpisah dari kelahiran, masa kanak-kanak berkaitan dengan pendidikan, kedewasaan berkaitan dengan tanggung jawab, kehidupan keluarga berkaitan dengan pewarisan nilai, sementara masa tua mengantarkan manusia pada kesadaran mengenai keterbatasan kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....