Bondowoso Suarakan Konsep Sekolah Budaya untuk Perkuat Pelestarian Tradisi

  • 04 Agt 2026 16:10 WIB
  •  Jember
Poin Utama
  • Bondowoso
  • Desa Budaya
  • Pelestarian Tradisi

RRI.CO.ID, JEMBER : Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat upaya pelestarian budaya melalui pendampingan desa budaya. Salah satu program yang tengah dipersiapkan adalah upaya pembentukan Sekolah Budaya di Desa Karanganyar sebagai wadah regenerasi pelaku seni dan pewarisan budaya kepada generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Kabid Kebudayaan Disparbudpora Bondowoso, Hery Kusdaryanto, dalam dialog Jember Menyapa yang disiarkan PRO 1 RRI Jember, Selasa (4/8/2026), dengan tema "Desa Karanganyar Menjadi Desa Budaya Melalui Pojien."

Menurut Hery, penetapan Desa Karanganyar sebagai desa budaya bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal dari proses pembinaan dan pengembangan budaya secara berkelanjutan. "Ketika sebuah desa dijadikan desa budaya, pemerintah akan terus berupaya melakukan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan kebudayaan, sekaligus meningkatkan sumber daya manusianya," ujarnya.

Ia menegaskan, pelestarian budaya tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat, komunitas seni, pemerintah desa, sekolah, pelaku UMKM, hingga generasi muda harus terlibat aktif agar budaya lokal tetap lestari.

Sebagai bentuk pendampingan, Disparbudpora Bondowoso akan melakukan inventarisasi dan dokumentasi budaya, pembinaan kelompok seni, sanggar, serta pelaku budaya yang ada di Desa Karanganyar. Selain itu, pemerintah juga akan mendukung promosi berbagai potensi budaya agar semakin dikenal masyarakat luas.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pembentukan Sekolah Budaya. Program ini dirancang untuk mengenalkan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah kepada para pelajar sejak usia dini. "Ke depan, desa budaya sekolahnya juga harus ada yang namanya sekolah budaya. Di sekolah budaya itu anak-anak akan dididik agar mencintai budaya daerah yang ada di desanya," kata Hery.

Menurutnya, keberadaan Sekolah Budaya akan memudahkan pemerintah dalam melakukan pembinaan sekaligus menemukan bibit-bibit seniman muda yang dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan kebudayaan di masa mendatang.

Hery menambahkan, keberhasilan sebuah desa budaya bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Dengan sinergi tersebut, budaya lokal tidak hanya terjaga sebagai warisan leluhur, tetapi juga mampu berkembang menjadi kekuatan sosial, pendidikan, bahkan ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Pelaku Budaya Desa Karanganyar menyambut baik rencana pembentukan Sekolah Budaya. Menurutnya, regenerasi menjadi tantangan utama dalam menjaga keberlangsungan tradisi lokal, sehingga pendidikan budaya sejak dini menjadi langkah strategis untuk memastikan tradisi seperti Pojien tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Melalui program pendampingan berkelanjutan dan pembentukan Sekolah Budaya, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap Desa Karanganyar dapat menjadi contoh desa budaya yang tidak hanya berhasil melestarikan tradisi, tetapi juga mampu mencetak generasi muda yang bangga terhadap identitas budaya daerahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....