Ribuan Peziarah Datang, Rezeki Warga Senduro Ikut Bertumbuh

  • 10 Jul 2026 21:05 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID,Lumajang- Piodalan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Desa Senduro, Kabupaten Lumajang, tak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Hindu dari berbagai daerah. Perayaan keagamaan yang berlangsung sejak 29 Juni hingga 10 Juli 2026 itu juga membawa berkah ekonomi bagi masyarakat setempat.

Kedatangan ribuan peziarah setiap hari membuat aktivitas ekonomi desa meningkat signifikan. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang makanan, penyedia jasa parkir, hingga pemilik homestay merasakan langsung dampak positif dari perhelatan tahunan tersebut.

Selama 12 hari pelaksanaan Piodalan, kawasan sekitar pura dipenuhi aktivitas perdagangan. Berbagai produk lokal seperti makanan khas, kerajinan tangan, pakaian adat, hingga minuman herbal menjadi incaran para peziarah yang datang dari Bali, Banyuwangi, maupun berbagai daerah di luar Pulau Jawa.

Salah satu pelaku UMKM yang merasakan peningkatan omzet adalah Hendra, pedagang camilan khas Senduro. Menurutnya, penjualan produk keripik dan ting-ting jahe mengalami lonjakan tajam dibandingkan hari-hari biasa.

"Biasanya saya jualan paling laku Rp300 ribu sampai Rp500 ribu per hari. Tapi selama Piodalan, bisa sampai Rp2 juta sehari. Kalau dikalkulasi 12 hari, totalnya lebih dari Rp20 juta," katanya, Kamis (9/7/2026).

Menurut Hendra, tingginya antusiasme peziarah memberikan peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk khas daerah kepada pengunjung dari berbagai wilayah.

Tak hanya sektor kuliner, stan-stan UMKM yang berada di sekitar kawasan pura juga ramai dipadati pembeli. Kehadiran lebih dari 15.000 pengunjung selama rangkaian kegiatan berlangsung menciptakan perputaran ekonomi yang cukup besar di tingkat desa.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan warga dengan membuka lapak sementara, menyediakan jasa parkir, hingga layanan penitipan kendaraan untuk memenuhi kebutuhan para peziarah yang datang menggunakan kendaraan pribadi maupun rombongan.

Berkah Piodalan turut dirasakan sektor akomodasi. Keterbatasan penginapan formal di kawasan Senduro menjadikan homestay milik warga sebagai pilihan utama bagi para peziarah yang ingin menginap selama mengikuti rangkaian upacara.

Setiap harinya, lebih dari 1.500 umat Hindu tercatat berkunjung ke kawasan pura. Tingginya jumlah kunjungan tersebut berdampak langsung pada tingkat hunian homestay yang meningkat drastis selama pelaksanaan kegiatan.

Riki, pemilik homestay di Desa Senduro, mengaku seluruh kamar yang dikelolanya terisi penuh sepanjang pelaksanaan Piodalan.

"Alhamdulillah, dari homestay saja, saya bisa dapat sekitar Rp35 juta selama acara berlangsung," katanya.

Riki menjelaskan, sebanyak 20 kamar yang dikelolanya terisi penuh selama 12 hari berturut-turut dengan tarif sewa berkisar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per malam. Kondisi tersebut menjadi salah satu bukti nyata bahwa kegiatan keagamaan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar.

Piodalan Pura Mandhara Giri Semeru Agung tidak hanya memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan umat Hindu, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Kehadiran ribuan peziarah membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan warga, serta menghidupkan roda perekonomian Desa Senduro selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. (Kominfo-lmj/Ard)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....