Wayang Kulit Hari Bhayangkara Satukan Polri dan Masyarakat

  • 15 Jun 2026 09:36 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi - Ribuan warga memadati Taman Blambangan Banyuwangi untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit dalam rangka menyongsong Hari Bhayangkara ke-80, Sabtu malam, 13 Juni 2026. Kegiatan budaya yang digelar Polresta Banyuwangi tersebut menjadi ajang mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa.

Pagelaran menghadirkan dalang Ki MPP Bayu Aji dengan lakon “Pandawa Mbangun Praja”. Penampilan tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat yang datang dari berbagai wilayah di Banyuwangi.

Hadir dalam kegiatan itu Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan wayang kulit bukan hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga sarana menyampaikan pesan moral, kebangsaan, dan nilai-nilai kehidupan kepada masyarakat.

“Sementara esensi dari lakon Pandawa Mbangun Praja ini sangat relevan dan selaras dengan komitmen kita menyongsong Hari Bhayangkara ke-80,” ujar Nanang, Sabtu 14 Juni 2026.

Menurut Nanang, tokoh Pandawa dalam pewayangan menggambarkan kepemimpinan yang menjunjung tinggi keadilan, kebenaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai tersebut sejalan dengan semangat Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Polri terus membangun dan memperbaiki diri melalui tema besar Polri Untuk Masyarakat. Sosok Pandawa adalah representasi pelindung dan pengayom masyarakat yang rela berkorban demi tegaknya kebenaran dan keadilan,” tutur Nanang.

Ia menambahkan, filosofi lakon “Pandawa Mbangun Praja” juga sejalan dengan program Semangat Jogo Jawa Timur yang mengedepankan gotong royong dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan serta keamanan daerah.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi penyelenggaraan pagelaran wayang kulit yang digelar Polresta Banyuwangi. Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini mampu memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga kelestarian budaya tradisional di tengah perkembangan zaman.

Ipuk menilai nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, dan persatuan yang terkandung dalam seni budaya perlu terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap relevan di tengah dinamika masyarakat modern.

“Banyuwangi selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman dan kerukunan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu terus menjaga harmoni yang telah terbangun dengan baik,” ujar Ipuk.

Melalui pagelaran tersebut, Polri tidak hanya mengajak masyarakat menikmati hiburan budaya, tetapi juga memperkuat pesan persatuan, toleransi, dan semangat kebersamaan menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....