Ilmu Mengangkat Derajat Manusia jika Diamalkan dengan Niat yang Benar

  • 31 Agt 2026 14:32 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Ilmu pengetahuan dapat menjadi jalan bagi seseorang untuk memperoleh kemuliaan. Namun, pengetahuan yang dimiliki tidak secara otomatis membuat seseorang menjadi mulia. Cara memperoleh, menggunakan, dan melandasi ilmu dengan niat yang benar menjadi bagian penting dalam menentukan manfaat ilmu tersebut.

Ustadz Abdur Rofiq, S.Th.I selaku Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Jember, menekankan bahwa ilmu dapat mengantarkan seseorang pada kemuliaan apabila ditempatkan dan digunakan untuk tujuan yang benar.

Menurutnya, ilmu justru dapat menjadi sesuatu yang mencelakakan apabila digunakan untuk kepentingan yang tidak baik. Karena itu, proses belajar harus diawali dengan niat yang benar, bukan sekadar untuk menunjukkan kemampuan kepada orang lain.

“Belajar saja ketika sudah belajar karena ingin membantah dengan ulama, atau membodohi orang-orang yang bodoh, atau hanya untuk dipamerkan kepada semua orang, kepada semua yang melihat, lah ini sudah niatannya tidak benar,” ujar Ustadz Abdur dalam program Mutiara Pagi Pro 1 Jember, Selasa, 14 April 2026.

Ia menilai niat menjadi bagian penting dalam proses mencari ilmu. Pengetahuan yang diperoleh dengan niat yang tulus dan kemudian digunakan pada tempat yang semestinya dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi jalan menuju kemuliaan.

Ustadz Abdur kemudian mengutip firman Allah dalam Al-Qur'an, “Yarfa'illahulladhina amanu minkum walladhina utul 'ilma darajat,” yang menjelaskan mengenai diangkatnya derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu.

Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bahwa kemuliaan tidak hanya berkaitan dengan seberapa banyak ilmu yang dimiliki. Keimanan menjadi landasan, kemudian ilmu menjadi bagian yang mengangkat derajat seseorang.

“Jadi diangkat oleh Allah derajatnya di situ bukan orang yang berilmu dulu, tapi orang-orang yang beriman kepada Allah. Dan setelah itu adalah orang yang berilmu,” jelasnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, ia menjelaskan bahwa ilmu juga dapat memberikan perbedaan terhadap cara seseorang bekerja dan menghasilkan sesuatu. Pengetahuan yang digunakan secara tepat dapat membuat seseorang bekerja lebih efektif dibandingkan mereka yang hanya mengandalkan tenaga tanpa dibarengi pemahaman.

Ustadz Abdur memberikan gambaran sederhana mengenai pekerjaan di masyarakat. Seseorang yang bekerja selama setengah hari mungkin memperoleh penghasilan tertentu, sementara orang yang memiliki pengetahuan dan mampu memanfaatkannya dapat memperoleh hasil yang lebih besar dalam waktu yang lebih singkat.

Perumpamaan tersebut menunjukkan bahwa ilmu dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam melihat peluang, menyelesaikan persoalan, serta menghasilkan sesuatu dengan cara yang lebih efektif. Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada bagaimana ilmu digunakan.

Karena itu, Ustadz Abdur menegaskan bahwa ilmu memiliki dua kemungkinan. Ketika digunakan dengan benar, ilmu dapat menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih baik dan mulia. Sebaliknya, ketika digunakan secara tidak tepat, ilmu justru dapat membawa seseorang kepada kehinaan.

“Apabila dengan ilmu pengetahuan, dengan ilmu yang dimiliki digunakan benar dengan pengetahuannya, insyaallah hidupnya akan mulia dan jaya. Akan tetapi dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki apabila tidak digunakan dengan sebaik mungkin, tidak ditempatkan kepada tempatnya dengan pengetahuan tersebut, maka ilmu juga itulah yang akan mengantarkan dirinya kepada kehinaan,” tegasnya.

Pesan tersebut menempatkan ilmu bukan hanya sebagai kemampuan untuk mengetahui sesuatu, tetapi sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui penggunaannya. Semakin banyak pengetahuan yang dimiliki, semakin besar pula kesempatan seseorang untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

Dengan demikian, kemuliaan ilmu tidak berhenti pada proses belajar. Ilmu akan memiliki nilai ketika disertai niat yang baik, diamalkan, dan digunakan untuk memberikan manfaat. Pengetahuan yang demikian tidak hanya membantu seseorang menghadapi kehidupan dunia, tetapi juga menjadi bekal dalam menjalankan kehidupan akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....