Mahasiswi UNEJ Raih Duta Kesehatan Masyarakat Jatim 2026

  • 24 Feb 2026 23:27 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember — Langkahnya sempat dibayangi rasa ragu. Namun Nur Laily Rokhmah membuktikan bahwa keberanian untuk terus melangkah mampu membawanya pada pencapaian gemilang. Mahasiswa D3 Keperawatan Universitas Jember (UNEJ) Kampus Kota Pasuruan itu sukses meraih gelar Duta Kesehatan Masyarakat Jawa Timur 2026.

Ajang yang digelar oleh Ikatan Duta Kesehatan Jawa Timur tersebut berlangsung sejak Januari hingga Februari 2026 dan diikuti 90 peserta berusia 18–27 tahun dari berbagai daerah di Jawa Timur. Dari puluhan peserta yang lolos seleksi administrasi, hanya 19 orang yang melaju ke tahap karantina — termasuk Nur Laily.

Selama masa karantina, para finalis diuji melalui sejumlah tahapan, mulai dari opening speech hingga isu challenge. Di hadapan dewan juri, Nur Laily mengangkat program bertajuk “Kerja Sehat Dekat”. Sebuah gagasan edukasi kesehatan berbasis pendekatan sosial yang melibatkan keluarga dan tokoh masyarakat setempat.

Baginya, penyampaian pesan kesehatan tak boleh terkesan menggurui. Edukasi harus dibangun melalui kedekatan dan komunikasi yang hangat agar lebih mudah diterima masyarakat. Selain itu, ia juga menampilkan bakat berupa cuplikan video pidato dan pengalaman sebagai Master of Ceremony (MC) dalam tahap seleksi daring.

Awalnya, Nur Laily mengira kompetisi ini hanya diikuti peserta dari rumpun kesehatan. Namun, kenyataan berkata lain. Finalis berasal dari beragam latar belakang disiplin ilmu dengan wawasan luas. Alih-alih gentar, hal itu justru memacu semangatnya.

“Saya ingin menjadi bagian dari generasi muda yang tidak hanya paham kesehatan, tetapi juga mampu menyampaikan edukasi kesehatan dengan cara yang mudah dipahami masyarakat,” ujar Nur, Selasa ,25 Februari 2026m

Di balik senyum dan kepercayaan dirinya di atas panggung, tersimpan perjuangan melawan rasa takut. Ia mengakui sempat merasa kurang percaya diri karena pengalaman yang dimilikinya dianggap belum sebanyak peserta lain. Rasa cemas, tekanan, hingga overthinking sempat menghampiri, terutama saat masa penilaian.

Namun ia memilih untuk tidak berhenti.

“Keberanian bukan berarti tidak takut, tetapi tetap melangkah walaupun takut,” ungkapnya.

Baginya, mahasiswa kesehatan memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar memahami teori di bangku kuliah. Ada amanah sosial untuk hadir di tengah masyarakat, menjembatani ilmu dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Dengan gelar barunya, Nur Laily berharap dapat lebih intens terlibat dalam pengawasan dan edukasi kesehatan masyarakat. Ia ingin menjadikan perannya sebagai Duta Kesehatan sebagai jembatan untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan.

Di akhir pesannya kepada sesama mahasiswa, ia berujar sederhana namun penuh makna: jangan takut gagal selama tujuan yang ditempuh benar. Terus semangat, usaha, dan ikhtiar. Sebab, bagi Nur Laily, usaha besar tak pernah mengkhianati hasil.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....