PWRI Lumajang Dukung Percepatan Penurunan Stunting melalui Edukasi

  • 06 Jul 2026 20:59 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajang- Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Lumajang terus memperkuat peran masyarakat dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui kegiatan Sosialisasi Orang Tua Asuh Gerakan Pencegahan Stunting (OTA GENTING) yang diikuti Ketua PWRI dan Ketua KERTA kecamatan se-Kabupaten Lumajang, di Kantor PWRI Kabupaten Lumajang.

Pengelola Layanan Kesehatan Program Gizi Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang,Silvy Agustin, menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang,maupun penyakit yang berlangsung dalam waktu lama.

Ia menyampaikan, berdasarkan Survei Nasional Tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Lumajang masih berada pada angka 23,4 persen. Namun,berdasarkan data Posyandu Tahun 2025, khususnya pada Februari dengan cakupan kehadiran lebih dari 90 persen, angka balita stunting tercatat sebesar 4,23 persen.Meski demikian, masih ditemukan berbagai faktor risiko, di antaranya ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK), anemia,ibu hamil kurus, serta cakupan imunisasi yang belum mencapai target.

Menurut Silvy, percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Kesehatan terus melakukan berbagai intervensi, antara lain pelayanan antenatal terpadu,pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil, pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal untuk ibu hamil KEK dan balita kurang gizi, imunisasi, pemberian obat cacing, serta suplementasi vitamin A.

Pada kesempatan yang sama,Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Irma Rohaniah, menegaskan bahwa upaya percepatan penurunan stunting harus dilaksanakan secara terpadu sesuai Instruksi Bupati Lumajang Nomor 1 Tahun 2024.Apabila masih ditemukan kasus stunting, maka dilakukan edukasi kepada keluarga, pendampingan melalui Posyandu, pendataan ibu hamil dan balita di wilayah kerja, serta optimalisasi penggunaan alat antropometri standar di setiap Posyandu.

Sementara itu, Ketua PWRI Kabupaten Lumajang,Endang Istijowati, mengajak seluruh pengurus PWRI dan KERTA untuk mengambil peran aktif sebagai mitra pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, stunting merupakan persoalan multidimensi yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari gizi, sanitasi,pola asuh, pendidikan hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.

"Kami berharap seluruh pengurus PWRI dan KERTA dapat menjadi bagian dari gerakan bersama pencegahan stunting di lingkungan masing-masing, Kepedulian dan partisipasi masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan generasi Lumajang yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting,"ujar Endang.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam mendukung percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Lumajang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....