Orang Hebat Dibentuk saat Berani Keluar dari Zona Nyaman

  • 02 Jul 2026 01:33 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Menjadi pribadi yang berkembang tidak selalu dimulai dari bakat atau kemampuan luar biasa. Bagi Team Leader Talent Acquisition and Experience AIESEC in UNEJ, Agung Maulana Ishaq atau yang akrab disapa Kak Age, karakter justru terbentuk ketika seseorang berani menghadapi tantangan dan keluar dari zona nyaman.

Hal tersebut disampaikan dalam program NGUMPUL (Ngobrol dan Update Komunitas Lokal) di Jaga Malam Pro 2 RRI Jember dengan tema “Orang Hebat Dibentuk atau Dilahirkan?” pada Senin, 29 Juni 2026.

Menurut Age, banyak anak muda saat ini terlalu lama terjebak dalam kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Mereka sibuk mengukur pencapaian orang lain, tetapi enggan mengambil langkah untuk memulai perjalanan mereka sendiri.

“Comparison itu sebenarnya normal. Semua orang pernah merasa insecure. Tapi yang berbahaya adalah ketika kita terlalu lama hidup di dalam perbandingan itu dan akhirnya tidak pernah bergerak,” ujarnya.

Sebagai seseorang yang telah hampir dua tahun berproses di AIESEC, Age melihat bahwa pertumbuhan terbesar justru terjadi ketika seseorang memilih mengambil tantangan yang lebih besar daripada yang biasa dihadapinya.

Ia mencontohkan pengalaman mengikuti berbagai kepanitiaan dan tanggung jawab organisasi yang membuat dirinya harus mengatur waktu, menghadapi tekanan, hingga menyelesaikan berbagai persoalan dalam waktu yang bersamaan.

Menurutnya, kondisi tersebut memang tidak selalu nyaman. Namun dari situlah seseorang belajar mengenai tanggung jawab, ketahanan mental, dan konsistensi.

“At the end of the day, it's not AIESEC if it's not challenging,” katanya.

Age menambahkan bahwa banyak orang menunggu hingga merasa siap untuk mencoba sesuatu. Padahal dalam kenyataannya, hampir tidak ada orang yang benar-benar siap ketika menghadapi pengalaman baru.

Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk tidak terlalu takut gagal maupun takut dinilai orang lain. Menurutnya, keberanian mengambil langkah pertama jauh lebih penting dibanding terus-menerus memikirkan kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi.

“Before other people believe in you, you have to believe in yourself first. Walaupun kecil, walaupun pelan, yang penting tetap jalan,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....