Konsisten jadi Kunci Utama Bertumbuh Anak Muda

  • 02 Jul 2026 01:35 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Banyak anak muda merasa dirinya tertinggal ketika melihat pencapaian orang lain di media sosial. Namun menurut Team Member Talent Acquisition and Experience AIESEC in UNEJ, Prawira Tama, pertumbuhan seseorang tidak ditentukan oleh seberapa cepat ia mencapai tujuan, melainkan oleh konsistensi dalam menjalani proses.

Hal tersebut disampaikan dalam program NGUMPUL (Ngobrol dan Update Komunitas Lokal) di Jaga Malam Pro 2 RRI Jember dengan tema “Orang Hebat Dibentuk atau Dilahirkan?” pada Senin, 29 Juni 2026.

Menurut Tama, salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan generasi muda adalah terlalu fokus pada perjalanan orang lain hingga lupa bahwa setiap orang memiliki titik awal dan ritme perkembangan yang berbeda.

Ia menilai media sosial kerap membuat seseorang merasa tertinggal karena hanya menampilkan hasil akhir, bukan perjuangan yang dilalui untuk mencapai keberhasilan tersebut.

“Kompetisi yang sebenarnya bukan dengan orang lain, tetapi dengan diri kita sendiri di hari kemarin,” ujarnya.

Tama menjelaskan bahwa bakat memang dapat memberikan keuntungan pada tahap awal. Namun, kemauan untuk terus belajar, mencoba, gagal, lalu bangkit kembali merupakan faktor yang lebih menentukan keberhasilan seseorang dalam jangka panjang.

Menurutnya, banyak orang yang berhasil bukan karena memiliki kemampuan luar biasa sejak lahir, melainkan karena mereka terus berproses dan tidak berhenti ketika menghadapi kesulitan.

Ia juga mengingatkan bahwa rasa tidak percaya diri atau membandingkan diri dengan orang lain merupakan hal yang wajar. Namun yang menjadi masalah adalah ketika perasaan tersebut membuat seseorang berhenti melangkah.

“Daripada menjadikan pencapaian orang lain sebagai alasan untuk minder, lebih baik jadikan itu sebagai motivasi bahwa kalau mereka bisa berkembang, kita juga punya kesempatan yang sama untuk berkembang,” katanya.

Di akhir perbincangan, Tama mengajak anak muda untuk berani memulai tanpa harus menunggu merasa sempurna terlebih dahulu. Menurutnya, rasa percaya diri justru dibangun melalui proses, bukan hadir secara instan.

“Bakat mungkin membuat seseorang unggul di awal, tetapi keberanian untuk terus belajar, gagal, bangkit, dan tetap melangkah adalah yang akan membawamu jauh,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....