Ketua GSI Lumajang Kawal Penanganan Balita Down Syndrome dan PJB
- 22 Mei 2026 13:18 WIB
- Jember
RRI.CO.ID.Lumajang- Semangat gotong royong dalam membantu masyarakat kecil kembali ditunjukkan di Kabupaten Lumajang. Ketua GSI Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa akses pelayanan kesehatan bagi anak-anak dengan kondisi khusus harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi keluarga yang mengalami keterbatasan ekonomi.
Perhatian itu diberikan kepada Muhammad Rayyan Alfarizqi (13 bulan), balita asal Dusun Krajan, Desa Jatiroto, Kecamatan Jatiroto, yang saat ini menjalani penanganan medis akibat down syndrome, gangguan nutrisi, serta penyakit jantung bawaan (PJB).
Dewi Natalia mengatakan, pendampingan dan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian sosial agar masyarakat tetap mendapatkan harapan di tengah kondisi sulit.
“Kesehatan anak adalah investasi masa depan bangsa. Tidak boleh ada keluarga yang merasa sendirian menghadapi persoalan kesehatan anaknya hanya karena keterbatasan biaya,” ujarnya, Kamis (21/05/2026).
Berdasarkan kronologi medis, Rayyan lahir dengan berat badan 1,8 kilogram pada usia kehamilan 36 minggu. Sejak awal, tenaga kesehatan menemukan indikasi down syndrome sehingga dilakukan pemeriksaan lanjutan secara berkala di fasilitas kesehatan di Lumajang.
Dalam perjalanan penanganan medis, kondisi Rayyan kemudian diketahui disertai penyakit jantung bawaan. Pemeriksaan lanjutan di RS Siti Hotijah Sidoarjo menunjukkan adanya kelainan pada jantung yang membutuhkan tindakan operasi lanjutan.
Ketua GSI Kabupaten Lumajang itu menilai, penanganan anak dengan kondisi khusus membutuhkan kolaborasi lintas pihak, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah daerah hingga organisasi sosial kemasyarakatan.
“Yang paling penting adalah memastikan anak mendapatkan pelayanan kesehatan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan. Kami ingin hadir sebagai jembatan kepedulian agar keluarga tetap kuat mendampingi proses pengobatan,” kata Dewi Natalia.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat budaya empati dan solidaritas sosial, terutama terhadap anak-anak yang membutuhkan penanganan kesehatan jangka panjang.
Pemerintah sendiri terus mendorong pemerataan akses layanan kesehatan melalui berbagai program preventif dan pelayanan kesehatan masyarakat. Upaya penguatan layanan kesehatan disebut menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul. (Kominfo-lmj/Ard)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....