Empat Puluh Tahun Mengayuh, Pak Olif Enggan Mengeluh

  • 20 Mei 2026 20:35 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID,Jember – Di tengah pesatnya perkembangan transportasi modern, sosok tukang becak seperti Pak Olif masih setia mengayuh roda kehidupannya. Pria asal Kencong ini telah menjalani profesinya sejak tahun 1986.Hampir empat dekade berlalu, namun perjuangannya tak pernah berhenti. Setiap hari, ia tetap menarik becak dengan harapan mendapatkan penumpang, meski penghasilannya tidak menentu.

“Kadang dapat, kadang tidak. Seperti hari Kamis, Sabtu, ya kadang juga nggak dapat sama sekali,” ujarnya.

Kini, Pak Olif tinggal di wilayah Pelindu, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Di rumah sederhana itu, ia hidup bersama istri yang setia menunggu kepulangannya setiap hari.

Sang istri menjadi sosok yang selalu menguatkan, menerima apa pun hasil yang dibawa pulang. Dalam kesederhanaan, mereka menjalani hidup dengan penuh keikhlasan.

“Istri saya nunggu di rumah, rejeki dicukupin,” tutur Pak Olif

Bahkan, dengan nada pasrah namun tegar, ia menambahkan kalimat yang begitu membekas,“Cukup gak cukup kudu cukup, mbak penting saget makan.”

Sepinya penumpang menjadi tantangan yang harus ia hadapi di tengah dominasi transportasi berbasis aplikasi. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Keluarga menjadi alasan utama dirinya terus bertahan.

Pak Olif juga mengaku dulu pernah dapat bantuan sekarang belum menerima bantuan pemerintah sama sekali ,

“Belum,” katanya singkat,Meski demikian, ia memilih untuk tidak mempermasalahkan hal tersebut.“Enggak protes

Ketika ditanya apakah ia ingin mendapatkan bantuan, jawabannya justru sederhana.

“Enggeh kepengen, tapi gimana cara ” ucapnya, meski ia juga mengakui tidak mengetahui cara mengurusnya

Sikap legawa dan kesederhanaan Pak Olif menjadi gambaran nyata tentang keteguhan seorang pekerja keras. Becak yang telah ia kayuh sejak 1986 bukan sekadar alat mencari nafkah, melainkan saksi perjalanan hidup yang penuh perjuangan.

Di usia yang tak lagi muda, Pak Olif terus mengayuh dengan harapan sederhana: bisa pulang membawa rezeki, sekecil apa pun, untuk keluarganya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....