Fakultas Hukum UNEJ Borong Gelar Terbaik ALSA

  • 20 Feb 2026 22:31 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Semangat, disiplin, dan kerja kolektif berbuah manis bagi tim Fakultas Hukum (FH) Universitas Jember. Dalam ajang bergengsi ALSA National Moot Court Competition Piala Mahkamah Agung XXVI, delegasi FH UNEJ tidak hanya meraih Juara II nasional, tetapi juga memborong hampir seluruh kategori peran terbaik pada babak penyisihan.

Aiman Mochammad, ketua delegasi sekaligus official team, menggambarkan betapa kerasnya persiapan yang mereka jalani. Dalam sehari, tim bisa berlatih hingga 18 jam. Waktu istirahat terbatas, tenaga terkuras, dan perbedaan pendapat kerap muncul saat merumuskan strategi dan argumentasi hukum.

Namun, menurut Aiman, justru dari perbedaan itu solidaritas terbangun. Komunikasi yang terjaga dan tujuan bersama—membawa nama baik Universitas Jember—menjadi bahan bakar utama perjuangan mereka.

“Untuk mendapatkan sesuatu yang luar biasa, tidak bisa dilakukan dengan proses yang mudah. Perlu pengorbanan besar untuk mendapatkannya. Semakin susah pengorbanan yang kita keluarkan, semakin puas pula ketika memperoleh hasilnya,” ujar Aiman Jumat, 20 Februari 2026.

NMCC ALSA Piala Mahkamah Agung dikenal sebagai kompetisi peradilan semu tertua dan paling prestisius di Indonesia. Tidak sekadar menguji kemampuan teknis hukum pidana, ajang ini membentuk karakter calon penegak hukum hakim, jaksa, advokat, hingga panitera melalui simulasi proses hukum sejak tahap penyidikan hingga pembacaan putusan.

Di babak penyisihan, 13 perguruan tinggi ambil bagian, di antaranya UNSRI, USK, UNEJ, Universitas Tadulako, UIN Alauddin Makassar, Universitas Andi Djemma, UNDIP, UGM, Universitas Muhammadiyah Kendari, UNUD, UB, UNAIR, dan UNPAD. Dari persaingan ketat tersebut, hanya empat tim terbaik melaju ke final: UNPAD, UNEJ, Universitas Muhammadiyah Kendari, dan Universitas Andi Djemma.

Di titik inilah konsistensi delegasi UNEJ diuji. Dengan kasus posisi berbeda di babak final, tim FH UNEJ tetap tampil solid dan kompetitif hingga akhirnya memastikan posisi runner-up nasional. Keistimewaan capaian UNEJ tidak berhenti pada posisi juara. Di babak penyisihan, mereka menyabet berbagai kategori individu dan peran terbaik

Majelis Hakim Terbaik Penasihat Hukum Terbaik, Penuntut Umum Terbaik Panitera Terbaik, Saksi/Ahli/Terdakwa Terbaik

Prestasi tersebut menjadi catatan bersejarah. Tahun sebelumnya, delegasi UNEJ menempati posisi ketiga. Kini, mereka naik satu peringkat sekaligus membuktikan kualitas unggul di hampir seluruh peran persidangan.

Di balik gemerlap trofi, ada proses panjang yang dimulai sejak Agustus 2025. Penyusunan berkas dilakukan hingga Desember, dilanjutkan latihan intensif menjelang kompetisi pada Februari 2026.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan institusi. Dosen pembimbing mendampingi secara intensif, sementara fakultas memfasilitasi kebutuhan teknis hingga pembiayaan keberangkatan dan kepulangan delegasi.

Kompetisi yang diselenggarakan pada 6-9 Februari 2026 di Universitas Hasanuddin Makassar ini merupakan hasil kolaborasi antara ALSA dan Mahkamah Agung Republik Indonesia. NMCC ALSA Piala Mahkamah Agung dikenal sebagai kompetisi peradilan semu tertua dan paling bergengsi di Indonesia.

Kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan teknis peserta dalam hukum pidana, tetapi juga membentuk karakter calon penegak hukum yang berintegritas, baik sebagai hakim, jaksa, maupun advokat. Konsep perlombaan dirancang menyerupai praktik peradilan yang sesungguhnya, mulai dari tahap pemberkasan sejak proses penyidikan hingga pembacaan putusan di persidangan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....