Kenapa Seseorang Royal ke Orang Lain tapi Pelit ke Keluarga Sendiri?

  • 17 Mei 2026 15:52 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID JEMBER. Psikolog klinis Psykay Indonesia, Adityana Kasandra Putranto mengatakan, seseorang tampak lebih royal atau murah hati terhadap orang lain namun pelit ke keluarga sendiri bisa disebabkan oleh berbagai faktor. "Dari perspektif psikologi, perilaku tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor utama yang sering kali melibatkan dinamika emosional, evolusioner, dan gangguan kepribadian," kata Adityana kepada Kompas.com, Rabu (6/11/2025). Berikut sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang tampak lebih royal kepada orang lain namun pelit kepada keluarga sendiri.

  1. Dinamika evolusioner dan signaling sosial

    Secara evolusioner, Adityana menjelaskan, manusia cenderung lebih murah hati kepada orang luar atau non-keluarga. Hal itu dipicu untuk membangun reputasi, menarik pasangan, atau membentuk aliansi sosial. "Memberi kepada orang asing bisa berfungsi sebagai 'sinyal' untuk menunjukkan sifat yang diinginkan, seperti kekayaan atau kebaikan, yang berguna dalam konteks perkawinan atau sosial," kata Adityana. Sebaliknya, terhadap keluarga, kemurahan hati sering kali dianggap sebagai kewajiban bawaan sehingga kurang dimotivasi oleh kebutuhan signaling tersebut, yang bisa membuat seseorang tampak pelit.

  2. Gangguan kepribadian narsistik

    Adityana mengatakan bahwa orang dengan ciri narsistik sering kali lebih murah hati kepada orang lain. Hal itu dilakukan guna mencari pujian, perhatian, atau rasa superioritas. Contohnya, seperti membelanjakan uang besar untuk mengesankan orang. Sementara itu, di lingkungan keluarga, mereka cenderung pelit karena salah satunya sebagai cara untuk mengontrol keluarga. "Ini termasuk financial abuse, di mana kemurahan hati hanya digunakan sebagai alat manipulasi," kata Adityana.

  1. Dinamika keluarga dan masalah emosional yang belum terselesaikan

    Adityana mengungkapkan, adanya pengalaman masa lalu, luka emosional, serta dinamika keluarga menjadikan seseorang lebih pelit kepada keluarga sendiri. "Mereka merasa dibebani, merasa keluarganya 'selalu meminta', atau mengalami hubungan keluarga yang transaksional, manipulatif, atau penuh penyesalan," kata Adityana. Alasan mereka mungkin enggan bermurah hati karena adanya dendam, perasaan bersalah, atau takut kehilangan kontrol. Sebaliknya, memberi kepada orang lain terasa lebih aman, ringan, dan memuaskan karena hubungan di lingkungan sosial tidak sekompleks keluarga dan bebas dari beban emosional. "Ini juga bisa terkait dengan ketidakmampuan menerima cinta atau bantuan, yang mendorong seseorang untuk over-giving kepada orang luar sambil menahan kemurahan hati dalam keluarga," pungkas Adityana.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....