CIMSA Tawarkan Pertukaran Global bagi Mahasiswa Kedokteran

  • 29 Mar 2026 09:09 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Organisasi mahasiswa kedokteran, CIMSA (Center for Indonesian Medical Students' Activities), menghadirkan program pertukaran profesional internasional melalui Standing Committee on Professional Exchange (SCOPE). Program ini bertujuan membuka wawasan global bagi calon dokter Indonesia.

Perwakilan SCOPE CIMSA Universitas Jember, Azarel Tristan Hutagalung, mengatakan program tersebut memberikan kesempatan mahasiswa untuk mempelajari sistem kesehatan di berbagai negara.

“Ini bukan sekadar program perjalanan, tetapi pengalaman belajar langsung di lingkungan medis yang berbeda,” ujarnya dalam dialog “Jaga Malam” RRI Jember, Jumat 27 Maret 2026.

Ia menjelaskan, SCOPE merupakan bagian dari CIMSA yang terafiliasi dengan International Federation of Medical Students’ Associations (IFMSA), organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di dunia. Melalui program ini, peserta dapat mempelajari kasus klinis global sekaligus memahami praktik medis di negara lain.

Program pertukaran ini terbuka bagi mahasiswa kedokteran di seluruh Indonesia, dengan syarat minimal berada di tahun ketiga dan maksimal enam bulan setelah lulus dokter.

Tahapan seleksi meliputi administrasi berupa pengumpulan CV dan motivation letter, tes kemampuan bahasa Inggris, serta wawancara untuk menilai kesiapan dan komitmen peserta.

“Motivation letter menjadi salah satu aspek penting karena mencerminkan tujuan dan kualitas diri calon peserta,” kata Tristan.

Sejumlah negara tujuan yang sering diminati antara lain Jerman, Turki, Belgia, hingga Korea Selatan. Negara-negara tersebut dipilih karena memiliki sistem dan teknologi kesehatan yang maju.

Tristan menambahkan, manfaat program ini tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan diri dan jaringan profesional internasional.

“Peserta akan belajar beradaptasi dengan budaya baru, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta membangun relasi global,” ujarnya.

Ia menilai, tantangan terbesar dalam program ini bukan pada bahasa, melainkan kemampuan beradaptasi di lingkungan baru.

“Dokter masa depan harus adaptif karena akan menghadapi pasien dengan latar belakang yang beragam,” katanya.

Pendaftaran program SCOPE dilakukan secara berkala setiap tahun, dengan pengumuman hasil seleksi biasanya pada September untuk keberangkatan tahun berikutnya.

Melalui program ini, diharapkan mahasiswa kedokteran Indonesia mampu meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas wawasan global dalam menghadapi tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....