Keseruan Olimpiade PPKN Bung Tomo III Se-Jawa Timur
- 12 Feb 2026 22:28 WIB
- Jember
RRI.CO.ID , Jember - Suasana Universitas Muhammadiyah Jember terasa berbeda. Derap langkah siswa berseragam SMA/SMK/MA dari berbagai daerah Jawa Timur memenuhi kampus.
Mereka datang bukan sekadar untuk berkunjung, melainkan untuk berkompetisi dalam Olimpiade PPKN se-Provinsi Jawa Timur Bung Tomo III, yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) Universitas Muhammadiyah Jember.
Selama dua hari yaitu Rabu dan Kamis, 11–12 Februari 2026, sejak pukul 06.00 WIB hingga selesai, puluhan tim berkumpul membawa semangat yang sama yaitu menguji kemampuan, mengasah wawasan kebangsaan, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN).
Rektor Universitas Muhammadiyah Jember Dr Hanafi M.Pd menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar lomba, tetapi ruang pembentukan karakter generasi muda. Di tengah gempuran teknologi dan globalisasi, PPKN dianggap semakin relevan untuk menanamkan nilai kebangsaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air dan bangsa, sekaligus melatih kreativitas siswa dalam memahami kewarganegaraan,” ujar Hanafi Rabu,11 Februari 2026.
Gubernur BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Achmad Rifqi Hidayat menyampaikan adanya peningkatan jumlah peserta di tahun 2026
"Tahun ini jumlah peserta meningkat menjadi 25 tim, dibanding tahun lalu yang hanya sekitar 20 tim tanda bahwa minat terhadap PPKN semakin tumbuh" ujar Achmad.
Di antara peserta, terlihat Winnie Lyn Suwandi bersama rekannya Mikhael Wijaya Harianto dari SMK Katolik Santo Paulus Jember. Raut wajah Winnie memperlihatkan campuran antara gugup dan penasaran.
“Ini pertama kali saya ikut Olimpiade PPKN Jujur agak nervous, tapi juga penasaran. PPKN salah satu pelajaran favorit saya, jadi pas tahu ada olimpiadenya, saya langsung tertarik,” ujar Winnie.
Bagi Mikhael Olimpiade PPKN terasa berbeda karena biasanya kompetisi identik dengan sains.
“Menariknya, Olimpiade PPKN masih tergolong jarang dibandingkan olimpiade sains atau matematika. Justru di situlah letak keunikannya" ujar Mikhael.
Semangat serupa datang dari tim MAN 2 Kota Probolinggo, yang terdiri dari Nailah Sahda, Jihan Atira dan Muhammad Angga. Mereka datang dengan tekad kuat.
“Kami berharap bisa mendapatkan hasil maksimal dan melaju ke final. Kami yakin bisa,” ujar Angga mewakili.
Di balik ketegangan kompetisi, Olimpiade Bung Tomo III menghadirkan sesuatu yang lebih besar: ruang pertemuan antar pelajar, pertukaran gagasan, serta penanaman nilai kebangsaan yang akan mereka bawa ke masa depan.
Lebih dari sekadar menang atau kalah, mereka pulang membawa pengalaman, keberanian, dan kebanggaan sebagai generasi muda yang peduli pada bangsanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....