Ciri-ciri Seseorang Menjadi Korban Bullying

  • 08 Feb 2026 17:26 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID., Jember - Perundungan bukan sekadar masalah di sekolah, melainkan bisa mengubah masa depan seorang anak. Dan setiap guru, orang tua atau pengasih, serta teman sebaya punya peran untuk memastikan korban tidak kehilangan harapan, dengan memberikan dukungan, keberanian, dan pemulihan.

Syarat perilaku yang termasuk perundungan

Menurut Meiri Dias Tuti, M.Psi., Psikolog menjelaskan bahwa perundungan punya dua syarat utama, yaitu ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dengan korban dan adanya perilaku kekerasan. "Ada ketidakseimbangan kekuatan (imbalance of power) antara pelaku dan korban. Misalnya, jumlah pelaku lebih banyak daripada korban, atau ada perbedaan status sosial maupun kekuatan fisik—seperti tubuh lebih besar versus lebih kecil," jelasnya kepada IDN Times.

Kedua adalah adanya perilaku kekerasan, baik fisik, verbal, maupun emosional, yang dilakukan secara berulang dalam kurun waktu tertentu, bukan dari satu kali kejadian. "Bila dua hal ini terpenuhi—ada ketidakseimbangan kekuatan dan perilaku yang terus-menerus—baru bisa disebut bullying. Karena sekarang ini, banyak yang salah paham, sedikit-sedikit disebut bullying, padahal bisa jadi olok-olok atau ejekan ringan," tambahnya.

Tanda-tanda yang bisa dikenali

Senior Clinical Psychologist sekaligus Direktur Personal Growth, Ratih Ibrahim, menjelaskan bahwa tanda-tanda seseorang mejadi korban perundungan kerap terabaikan. "Orangnya bisa diam saja seolah tidak ada apa-apa. Tapi bisa juga berkoar tentang keinginan dan rencananya. Bisa saja dengan simbol-simbol yang bisa dipahami, bisa juga membingungkan," ujarnya.

Berikut ini tanda-tanda yang perlu kamu ketahui:

Fisik

Luka, memar, atau cedera tanpa penjelasan yang jelas.

Barang pribadi hilang atau rusak berulang kali.

Sering mengeluh sakit kepala, sakit perut, atau keluhan fisik lain tanpa sebab medis.

Perubahan pola makan atau tidur (insomnia, mimpi buruk).

Psikologis dan emosional

Mudah cemas, depresi, atau sering menangis.

Harga diri rendah, merasa tidak berdaya.

Mood swing, mudah marah atau tersinggung.

Menunjukkan ketakutan berlebih terhadap kampus atau pertemuan sosial.

Perilaku sosial dan akademik

Menarik diri dari teman atau kegiatan yang dulu disukai.

Menghindari kampus/sekolah (bolos, enggan masuk kelas tertentu).

Prestasi akademik menurun drastis.

Mengisolasi diri, terlihat sering sendirian atau dikucilkan.

Hal yang harus dan tidak boleh dilakukan

Lebih dalam, Ratih menjelaskan bahwa sekolah dan rumah harus objektif dan adil menyikapi perundungan dengan berani untuk bersikap tegas anti perundungan. "Budi pekerti perlu ditegakkan kembali di sekolah dan rumah," ia menegaskan.

Strategi intervensi perundungan yang bisa dilakukan orang tua, di antaranya:

Orang tua sebagai role model dan best friend anak harus menunjukkan perilaku yang diharapkan dari anak dan jadilah "rumah" bagi mereka.

Bangun kepercayaan dan relasi yang sehat (akrab dan hangat) dengan anak. Biasakan mengobrol agar anak bisa bercerita apa adanya kepada orang tua.

Kerja sama dengan pihak sekolah atau kampus. Menciptakan lingkungan yang aman agar anak tetap optimal dalam proses belajar.

Sementara itu, inilah hal-hal yang tidak boleh dilakukan:

Menghakimi dan melabeli anak.

Memaksa anak bercerita dan bertindak jika belum siap.

Meremehkan pengalaman anak. Pihak yang terlibat dapat merasakan rasa bersalah.

Membiarkan perundungan terjadi tanpa solusi.

Mengenali tanda-tanda korban perundungan bukan cuma tugas guru atau konselor sekolah, tetapi juga tanggung jawab bersama antara keluarga dan lingkungan sekitar. Anak yang menjadi korban mungkin tidak selalu berani bercerita, tetapi tubuh dan perilakunya berbicara. Perubahan perilaku seperti murung, enggan ke sekolah, sulit tidur, atau tiba-tiba kehilangan minat pada hal yang disukai bisa menjadi sinyal ada sesuatu yang salah. Dengan peka terhadap tanda-tanda ini, orang dewasa bisa menjadi pelindung pertama bagi anak, memastikan ia tidak berjuang sendirian menghadapi tekanan dan rasa takut akibat perundungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....