Pemanfaatan UMKM dan Teknologi Digital untuk Perempuan agar Naik Kelas

  • 30 Agt 2026 16:00 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Perempuan di Jember dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, potensi tersebut masih membutuhkan dukungan berupa peningkatan keterampilan, akses permodalan, pendampingan, serta pemanfaatan teknologi digital.

Ketua Yayasan Perempuan Jember Untuk Bangsa (PJUB), Dahlia M.Sos.I., CPLA., mengatakan pelaku UMKM perempuan sebenarnya sudah cukup banyak, terutama di sektor perdagangan dan usaha rumahan. Namun, keberadaan mereka belum sepenuhnya diikuti dengan perkembangan usaha yang optimal.

“Sudah ada, sudah banyak, tapi memang belum cukup berkembang,” ujar Dahlia dalam program UMKM Bicara Pro 1 Jember, Senin, 6 April 2026.

Menurut Dahlia, salah satu kebutuhan utama pelaku UMKM perempuan adalah pendampingan. Pelaku usaha tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga perlu dibekali kemampuan untuk meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan keterampilan sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan.

Ia menyebut pendidikan kewirausahaan menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat. Dengan pengetahuan yang memadai, perempuan dapat memahami cara mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas produk, hingga mempertahankan bisnis agar mampu bersaing.

Selain keterampilan dan modal, dukungan keluarga juga menjadi faktor penting. Menurut Dahlia, perempuan yang ingin mengembangkan usaha membutuhkan lingkungan yang memberikan motivasi, bukan justru membatasi atau meragukan kemampuannya.

Di sisi lain, perkembangan teknologi membuka peluang baru bagi perempuan untuk memperoleh penghasilan tanpa harus selalu memiliki toko atau tempat usaha secara fisik.

Dahlia yang juga mengajar bidang komunikasi mengatakan perempuan dapat memanfaatkan berbagai platform digital untuk mengembangkan usaha maupun menghasilkan pendapatan. Media sosial seperti TikTok, YouTube, dan Facebook dapat digunakan tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun usaha dan menghasilkan pendapatan.

“Dari HP itu bisa menjadi sumber pendapatan. Dunia kreatif banyak di situ yang bisa ditempuh,” katanya.

Menurutnya, kemampuan menggunakan teknologi menjadi salah satu nilai tambah bagi perempuan di tengah perkembangan ekonomi digital. Bahkan, aktivitas sederhana di rumah dapat dikembangkan menjadi konten apabila dilakukan secara kreatif dan konsisten.

Namun, Dahlia mengingatkan bahwa kemampuan memiliki perangkat teknologi saja belum cukup. Perempuan juga perlu memiliki kecerdasan dalam menggunakan media digital agar teknologi tidak hanya digunakan untuk mengonsumsi konten, tetapi juga dimanfaatkan untuk kegiatan produktif.

Ia menilai pelatihan digital, pembuatan konten, pemasaran melalui media sosial, dan pendampingan usaha perlu diperluas agar perempuan dapat memanfaatkan peluang tersebut secara optimal.

Dahlia menilai pengembangan UMKM perempuan membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendamping, keluarga, dan komunitas. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memperluas akses pelatihan, permodalan, serta pendampingan bagi perempuan agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Ketika perempuan secara SDM-nya sudah mumpuni, dia punya kemampuan, punya nilai jual, itu selesai semuanya,” ujarnya.

Dengan peningkatan kapasitas, dukungan lingkungan, dan pemanfaatan teknologi digital, perempuan diharapkan tidak hanya menjadi pelaku UMKM, tetapi mampu mengembangkan usahanya hingga naik kelas dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi ekonomi keluarga maupun masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....