Keseruan Perjusa Sekolah Rakyat Jember
- 16 Feb 2026 04:52 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Di halaman Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 6 Jember, tenda-tenda berdiri rapi. Suara tawa anak-anak berpadu dengan aba-aba pembina, menghadirkan suasana hangat dalam kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu (Perjusa) yang digelar pada 16–17 Februari 2026. Namun lebih dari sekadar bermalam di tenda, Perjusa menjadi ruang belajar kehidupan bagi siswa SD hingga SMP.
Kegiatan ini diikuti seluruh siswa tanpa terkecuali. Bagi sekolah, Pramuka bukan sekadar ekstrakurikuler, melainkan bagian penting dari kurikulum pembentukan karakter.
Kepala Sekolah Rakyat Jember Kartika Sari Dewi menegaskan bahwa Perjusa dirancang untuk menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, dan kekompakan peserta didik.
"Melalui aktivitas bersama di alam terbuka, siswa belajar bertanggung jawab, bekerja sama, sekaligus mengenal potensi diri" ujar Kartika Sabtu,17 Februari 2026.
Fokus kegiatan kali ini adalah penentuan dan penyelesaian SKU (Syarat Kecakapan Umum) untuk golongan Siaga dan Penggalang. Setiap anak dibekali kartu kegiatan sebagai instrumen pemantauan, memastikan mereka mengikuti setiap proses pembelajaran dengan tuntas.
M Dimas selakubPembina Pramuka Putra SRT 6 Jember, menjelaskan bahwa tantangan tersendiri muncul karena sekolah menaungi dua jenjang sekaligus, SD dan SMP. Pendekatan untuk Siaga dan Penggalang tentu berbeda.
“Untuk Siaga, kegiatan harus dikemas ceria dan menyenangkan. Sedangkan untuk Penggalang, materi lebih fokus dan mendalam,” ujarnya.
Materi yang diberikan pun beragam, mulai dari wawasan kebangsaan, kecintaan terhadap Indonesia, nilai-nilai keagamaan, hingga keterampilan teknis kepramukaan seperti sandi morse, semaphore, pionering, dan tali-temali. Anak-anak juga diajak memahami sejarah Pramuka, tokoh pendiri, serta makna lambang dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Bagi Siti Aisyah pembina pramuka putri SRT 6 Jember, Pramuka adalah kegiatan yang tak pernah lekang oleh waktu. Ia menilai kepramukaan selalu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
“Pramuka tidak pernah usang, karena di dalamnya selalu ada pembaruan ilmu yang disesuaikan dengan zaman. Anak-anak tetap mendapatkan pembekalan karakter sekaligus wawasan digital dan pengetahuan umum,” tuturnya.
Di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan sosial, Perjusa menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter tetap relevan dan dibutuhkan. Api unggun mungkin padam saat malam berakhir, tetapi nilai-nilai yang ditanamkan di dalamnya diharapkan terus menyala dalam diri setiap peserta.
Bagi SRT 6 Jember, perkemahan bukan hanya agenda tahunan. Ia adalah proses panjang membentuk generasi yang tangguh, adaptif, dan berkarakter siap menghadapi masa depan dengan semangat kepramukaan yang tak pernah usang.