Sekolah Rakyat Jember Ungkap Perubahan Besar Siswa, Mulai Panen Prestasi

  • 23 Mei 2026 05:55 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Kabupaten Jember mulai menunjukkan capaian prestasi. Program tersebut baru beroperasi pada Agustus 2025.

Kepala Sekolah Rakyat Jember, Kartika Sari Dewi mengatakan pihak sekolah kini fokus memetakan bakat dan minat siswa untuk dikembangkan melalui pendampingan khusus.

Menurutnya, setiap siswa memiliki potensi berbeda. Sehingga pihak sekolah melakukan pembinaan secara lebih terarah, termasuk mendatangkan pelatih dari luar sekolah.

“Alhamdulillah Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember berdiri belum satu tahun. Tapi kami sudah bisa mencetak siswa berprestasi,” ujarnya dalam dialog luar studio RRI Jember, Jumat (22/5/2026).

Prestasi pertama berhasil diraih dari cabang karate saat siswi Sekolah Rakyat Jember mengikuti kejuaraan tingkat provinsi.

Awalnya, sekolah hanya berharap siswa mendapatkan pengalaman bertanding. Namun, kontingen Sekolah Rakyat justru berhasil membawa pulang satu medali emas dan empat medali perunggu.

“Ketika anak-anak berhasil membawa pulang medali, itu akhirnya menular dan memotivasi siswa lain untuk ikut berprestasi,” katanya.

Setelah karate, prestasi berikutnya datang dari ekstrakurikuler tari tradisional. Salah satu siswa sekolah dasar kelas empat berhasil meraih juara dalam lomba tari tradisional tunggal.

Selain itu, Sekolah Rakyat Jember juga mulai mengembangkan potensi siswa di cabang bridge dan panahan.

Kartika menyebut sekolah kini tengah mempersiapkan dua siswa berbakat panahan untuk mengikuti kompetisi berikutnya.

“Selain itu juga ada salah satu siswi kami bernama Caca, juga tengah dipersiapkan mengikuti jambore nasional,” tambahnya.

Menurut Kartika, fokus pembinaan saat ini tidak hanya pada bidang nonakademik, tetapi juga mulai diarahkan pada prestasi akademik.

“Target ke depan kami ingin anak-anak juga bisa menghasilkan prestasi akademik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah reguler karena menggunakan sistem asrama dengan pendampingan intensif.

Selain guru dan wali kelas, sekolah juga memiliki wali asrama dan wali asuh yang bertugas mendampingi kehidupan sehari-hari siswa.

“Satu wali asuh maksimal memegang 10 anak dan menjadi pengganti orang tua selama di asrama,” katanya.

Sementara itu, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Jember, Moh Irfan Pratama mengatakan proses penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat terus dilakukan.

Salah satunya melalui pendamping sosial di tingkat desa dan kecamatan. Menurutnya, calon siswa diprioritaskan berasal dari keluarga desil satu dan dua atau kategori miskin ekstrem.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....