Dermaga Terbatas Picu Macet Ketapang, Sopir Logistik Merugi
- 31 Mar 2026 22:52 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Kemacetan berulang di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk dikeluhkan para sopir logistik. Kondisi ini juga dikeluhkan sopir logistik karena memicu kerugian besar dari sisi waktu, biaya, hingga distribusi barang.
Salah satu sopir logistik Slamet menyebut antrean panjang membuat pergerakan barang terhambat, konsumsi bahan bakar menjadi tidak efisien, karena pengemudi terus menyalakan mesin kendaraan dalam waktu lama. Selain itu, para sopir juga menghadapi risiko kerugian lain, seperti kerusakan barang, kehilangan muatan, hingga potensi klaim akibat keterlambatan pengiriman.
“Kami harus standby dengan mesin hidup berjam-jam, ini jelas merugikan, baik tenaga maupun biaya. Kami juga khawatir barang rusak atau terlambat sampai, karena antrean terlalu lama,” ujar Slamet.
Ketua Asosiasi Sopri Logistik Indonesia (ASLI) Slamet Barokah mengatakan kemecetan yang terjadi di Ketapang, tidak hanya berdampak pada sopir, tetapi juga masyarakat luas. Keterlambatan distribusi logistik berpotensi menyebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Masyarakat yang akhirnya menanggung dampaknya, karena logistik terhambat dan bisa memengaruhi harga barang di pasaran,” kata Slamet Barokah.
Di sisi lain, keterbatasan dermaga menyebabkan kapal harus menunggu giliran sandar di laut hingga 2–3 jam. Kondisi ini dinilai berisiko dan berpotensi menimbulkan masalah baru di perairan.
“Kapal banyak yang mengapung menunggu sandar. Ini juga berisiko jika terjadi kecelakaan di laut,” ucap Slamet Barokah.
Para sopir dan masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, termasuk menambah kapasitas dermaga dan memperbaiki sistem penyeberangan.
Mereka juga meminta adanya roadmap yang jelas terkait pengembangan pelabuhan, mengingat potensi lonjakan kendaraan akan semakin besar seiring rencana tersambungnya jalur Tol Probowangi.
“Kami minta pemerintah segera hadir dengan solusi nyata. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban setiap kali terjadi lonjakan penumpang,” tutur Slamet Barokah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....