ASDP Terapkan Skema TBB di Lintasan Ketapang-Gilimanuk
- 15 Mar 2026 21:57 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang menerapkan skema tiba bongkar berangkat (TBB) untuk mengurai kepadatan antrean kendaraan pemudik dari Bali menuju Jawa di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Dari total 35 kapal yang dioperasikan, sebanyak 11 kapal kini menjalankan skema tersebut.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko Kurnianjah mengatakan, skema TBB dilakukan dengan pola kapal yang tiba di Pelabuhan Ketapang hanya menurunkan muatan tanpa melakukan proses muat kembali. Setelah itu kapal langsung kembali berlayar ke Pelabuhan Gilimanuk untuk mengangkut kendaraan berikutnya.
“Skema ini kami terapkan agar proses perputaran kapal lebih cepat. Kapal tiba di Ketapang langsung bongkar lalu kembali lagi ke Gilimanuk untuk mengambil kendaraan yang masih antre,” ujar Arief, Minggu 15 Maret 2026.
Ia menjelaskan, skema tersebut mulai diterapkan sejak Sabtu, 14 Maret 2026. Pada tahap awal, skema TBB diberlakukan pada enam kapal. Namun, seiring meningkatnya antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, jumlah kapal yang menerapkan pola tersebut kemudian ditambah.
“Awalnya enam kapal, kemudian kami tambah lima kapal lagi yang berada di Dermaga 3 sehingga total saat ini ada 11 armada yang menggunakan skema tiba bongkar berangkat,” kata Arief.
Menurutnya, peningkatan arus kendaraan dari Bali menuju Jawa dalam beberapa hari terakhir memang cukup signifikan. Berdasarkan data kumulatif sejak H-10 hingga H-7 Lebaran, tercatat lebih dari 200 ribu penumpang telah diseberangkan dari Bali menuju Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk. Selain itu, lebih dari 35 ribu sepeda motor serta sekitar 17 ribu kendaraan kecil juga telah menyeberang ke Jawa.
“Peningkatan paling signifikan terjadi pada kendaraan roda dua, sekitar 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan kendaraan roda empat meningkat sekitar 11 persen,” ujar Arief.
Ia memprediksi arus kendaraan dari Bali menuju Jawa masih akan terus meningkat hingga beberapa hari ke depan, terutama menjelang penutupan operasional penyeberangan saat Hari Raya Nyepi pada 18 hingga 20 Maret 2026.
Informasi yang dihimpun, kemacetan sempat terjadi di kawasan Pelabuhan Gilimanuk sejak Minggu dini hari, 15 Maret 2026. Antrean kendaraan yang didominasi sepeda motor itu bahkan dilaporkan mengular hingga puluhan kilometer.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....