Pemprov Jakarta Kembali Gelar CFD Rasuna Said Mulai 7 Juni 2026

  • 05 Jun 2026 14:13 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • CFD Rasuna Said kembali digelar mulai 7 Juni 2026 setiap Minggu pagi.
  • Pemprov DKI menargetkan pengurangan kepadatan CFD Sudirman–Thamrin dan perluasan ruang olahraga publik.
  • Tantangan utama masih pada parkir liar, pungli, serta lemahnya disiplin penggunaan transportasi umum.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta kembali menghidupkan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, mulai hari Minggu, 7 Juni 2026. Kebijakan ini hadir sebagai perluasan ruang publik, namun dibayangi tantangan klasik Jakarta: parkir liar, potensi pungutan liar, dan pilihan warga terhadap kendaraan pribadi.



Potensi pungli ditemukan di zona dua CFD Rasuna Said. (Foto: Instagram @jktspot)

Baca juga:

Pemprov DKI Jakarta menetapkan kembali pelaksanaan CFD di kawasan HR Rasuna Said mulai 7 Juni 2026 setiap Minggu pukul 05.30–10.00 WIB sebagai bagian dari perluasan ruang publik di pusat kota. Kebijakan ini diharapkan menjadi alternatif selain CFD Sudirman–Thamrin yang selama ini menjadi titik konsentrasi massa terbesar di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam keterangan yang dikutip dari Antara menyebut CFD kini berkembang menjadi destinasi wisata baru yang juga menarik warga negara asing. “CFD bukan hanya upaya menekan polusi, tetapi sudah menjadi destinasi wisata dan ruang interaksi warga, termasuk dari Singapura dan Malaysia,” kata Pramono.

Data Pemprov DKI menunjukkan tingkat kunjungan CFD Sudirman–Thamrin sempat turun hingga lebih dari 50 persen saat uji coba Rasuna Said, menandakan adanya distribusi keramaian. Pemerintah menilai kondisi ini membuka peluang pemerataan ruang olahraga publik di pusat bisnis Jakarta.

Syafrin Liputo, saat masih menjabat Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta dalam siaran pers yang kami akses pada Jumat, 5 Juni 2026 pernah bilang, evaluasi sebelumnya menunjukkan kualitas udara di Rasuna Said membaik saat HBKB berlangsung. Ia mengatakan, “HBKB di Rasuna Said menambah alternatif ruang olahraga dan ruang publik bagi masyarakat,” ujar Syafrin.

Namun catatan evaluasi yang menyebabkan peniadaan HBKB di daerah itu selama dua pekan, juga menyoroti persoalan teknis seperti parkir liar, UMKM yang meluber ke badan jalan, hingga keterbatasan titik putar kendaraan. Pemprov DKI memastikan perbaikan dilakukan sebelum implementasi penuh agar kawasan lebih tertib dan aman bagi pejalan kaki.



Wakil Ketua Forum Warga Kota atau Fakta Indonesia Azas Tigor Nainggolan. (Foto: Fakta Indonesia)

Wakil Ketua Forum Warga Kota atau Fakta Indonesia Azas Tigor Nainggolan menilai CFD Rasuna Said harus dijaga agar tidak mengulang masalah di Sudirman–Thamrin. “Jangan sampai CFD di Rasuna Said ini sama dengan Sudirman–Thamrin, ada parkir liar dan pungli,” ujar Azas Tigor dalam wawancara di RRI Pro 1 Jakarta pada Jumat, 5 Juni 2026.

Ia menegaskan transportasi umum sebenarnya sudah memadai dengan adanya simpul Dukuh Atas yang terhubung ke berbagai moda Jabodebek dan Transjakarta. “Sudah ada transhub Dukuh Atas, tinggal jalan kaki lima menit ke lokasi CFD,” ucapnya.

Dari sisi kebijakan lalu lintas, akun resmi media sosial Instgram Pemprov DKI @diskominfotik.jakarta menyampaikan sejumlah rekayasa arus dan rute alternatif di kawasan Kuningan–Setiabudi untuk mendukung pelaksanaan CFD. Pemerintah juga menyiapkan kantong parkir di sejumlah gedung dan fasilitas publik seperti Setiabudi One dan kawasan Epicentrum.

Meski demikian, Azas Tigor menilai kunci keberhasilan CFD Rasuna Said tetap berada pada konsistensi penegakan aturan oleh pemerintah daerah. Ia menegaskan, “Kalau tidak tegas, parkir liar akan kembali menguasai ruang kota seperti yang terjadi sebelumnya,” ujarnya.

Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....