Rasuna Said Disiapkan Jadi CFD Mulai 10 Mei, Jakarta Ulang Mimpi Lama
- 08 Mei 2026 14:24 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Pemprov DKI menyiapkan Jalan HR Rasuna Said sebagai kawasan CFD baru Jakarta.
- Koalisi Pejalan Kaki menyebut gagasan ini sebenarnya sudah dirancang sejak 2001–2002.
- Kawasan Rasuna Said dinilai memenuhi syarat karena terhubung dengan LRT dan Transjakarta.
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta menyiapkan koridor Jalan HR Rasuna Said sebagai kawasan Car Free Day atau CFD baru. Gagasan ini bukan sekadar penambahan lokasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau HKBB, melainkan menghidupkan kembali rancangan lama yang sempat disusun sejak awal 2000-an.
Langkah itu muncul ketika kawasan Rasuna Said diproyeksikan menjadi ikon baru transformasi Jakarta menuju kota global. Di balik rencana tersebut, pengamat bilang tersimpan agenda yang lebih besar: mengurai kepadatan CFD Sudirman-Thamrin, memperbaiki kualitas udara, hingga mengubah budaya ketergantungan warga terhadap kendaraan pribadi.

Ilustrasi pesepeda dan pejalan kaki beraktivitas di kawasan dekat Mandarin Oriental Jakarta saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day). Pendiri Koalisi Pejalan Kaki, Ahmad Safrudin menilai CFD menjadi media edukasi publik untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan bermotor sekaligus membantu pemulihan kualitas udara Jakarta. (Foto:yusuf habibi/pexels)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan koridor Rasuna Said dipilih karena menjadi simbol transformasi Jakarta sebagai kota global. Kawasan itu juga dinilai memiliki aktivitas diplomasi, bisnis, hingga gaya hidup perkotaan yang sangat tinggi.
“Sehingga masyarakat Jakarta mempunyai banyak pilihan, termasuk pada waktunya saya akan umumkan ada perubahan jam untuk Car Free Day dan mudah-mudahan masyarakat Jakarta semakin sehat," ujar Pramono sebagaimana dikutip website resmi Pempriv DKI Jakarta yang kami akses pada Jumat, 8 Mei 2026.
Namun bagi Koalisi Pejalan Kaki atau Kopeka, rencana tersebut bukan ide baru. Salah satu pendiri Kopeka, Ahmad Safrudin mengatakan kawasan Rasuna Said memang sejak awal masuk rancangan pengembangan CFD Jakarta setelah Sudirman-Thamrin.
“Sesungguhnya waktu itu kita juga akan perpanjang untuk kawasan Jakarta Selatan di Rasuna Said dan Sisingamangaraja,” ujar Ahmad dalam wawancara di radio 91,2 FM Pro1 RRI Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurut Puput, begitu Ahmad akrab disapa, konsep awal CFD Jakarta dirancang saling terhubung antarkawasan. Jalur tersebut direncanakan membentang dari Sudirman-Thamrin menuju Hayam Wuruk, Kota Tua, Grogol, hingga koridor timur Jakarta seperti Jalan Pramuka dan Pemuda.
Ia mengatakan target awalnya, empat tahun setelah diresmikan pada 2005, CFD tidak hanya berlangsung di Sudirman-Thamrin. “Kita berharap selambat-lambatnya empat tahun maka Car Free Day itu tidak hanya di Sudirman-Thamrin, tapi akan terhubung ke semua kota wilayah di DKI Jakarta,” ucapnya.
Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus melalui percakapan singkat di layanan pesan WhatsApp kepada RRI Jakarta mengungkapkan, CFD Rasuna Said sebenarnya pernah berjalan sebelumnya. “Sebenarnya itu Rasuna Said mengulang kembali pelaksanaan CFD di sana,” ujar Alfred, Jumat, 8 Mei 2026.
Ia menyebut kawasan tersebut terakhir menjadi lokasi CFD pada Desember 2010. “Kurang lebih dilaksanakan tiga tahun sebelum pindah ke Jalan Sisingamangaraja,” kata Alfred.
Di tengah tingginya antusiasme warga terhadap CFD Sudirman-Thamrin, Rasuna Said dianggap memiliki infrastruktur yang cukup mendukung. Ahmad menilai keberadaan LRT dan Transjakarta menjadi syarat penting agar masyarakat tetap memiliki alternatif mobilitas saat jalan ditutup untuk kendaraan bermotor.
“Yang paling penting itu ada dukungan alternatif publik transportasi. Nah, di sana kan sudah ada LRT, sudah ada BRT atau Transjakarta,” ujar Ahmad Safrudin.
Selain itu, kepadatan pengunjung di CFD Sudirman-Thamrin juga dinilai mulai mengurangi kenyamanan warga. Ahmad mengatakan masyarakat kini kesulitan memperoleh ruang untuk jogging maupun bersepeda karena kawasan tersebut terlalu padat.
“Nah, kalau sekarang diterapkan di Rasuna Said, itu akan membantu menyebarkan pengunjung Car Free Day agar tidak terpusat di Sudirman-Thamrin,” ujarnya.
Meski demikian, kekhawatiran terhadap potensi kemacetan di ruas jalan lain tetap muncul. Ahmad menilai persoalan itu bisa diatasi melalui sosialisasi sejak awal dan pemanfaatan media sosial untuk memberi informasi kepada masyarakat.
“Solusinya sangat simpel, apalagi sekarang kan sudah ada sosial media yang cukup mudah untuk memberikan informasi kepada masyarakat banyak,” ucapnya.
Dalam pandangan Kopeka, CFD bukan sekadar agenda olahraga mingguan. Ahmad menyebut CFD merupakan media komunikasi publik agar masyarakat mulai mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan bermotor.
“Kalau jarak dekat kita bisa berjalan kaki. Kalau cukup panjang bisa menggunakan sepeda. Kalau jauh sekali bisa menggunakan angkutan massal,” ujar Ahmad.
Ia juga menilai penghentian sementara lalu lintas kendaraan bermotor dapat membantu memulihkan kualitas udara Jakarta, meski hanya dalam waktu terbatas. Menurut dia, semakin panjang durasi CFD, maka semakin besar peluang pemulihan kualitas udara di kawasan tersebut.
Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan pencanangan HUT ke-499 Jakarta pada 9-10 Mei 2026 di koridor Rasuna Said. Kawasan itu akan diisi kegiatan olahraga, hiburan budaya Betawi, hingga dialog bersama gubernur dan wakil gubernur.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan kawasan Rasuna Said menjadi simbol transformasi baru Jakarta. Menurut dia, koridor tersebut didukung puluhan kedutaan besar, kantor kementerian, dan ratusan gedung perkantoran.
“Kolaborasi besar ini akan menghadirkan wajah baru Jakarta dalam berbagai sisi kehidupan,” ujar Suharini.
Bagi Kopeka, keberhasilan CFD Rasuna Said nantinya bergantung pada pengaturan ruang yang jelas. Ahmad meminta pemerintah menyiapkan zona khusus bagi pejalan kaki, pesepeda, dan pedagang kaki lima agar tidak terjadi konflik kepentingan di lapangan.
“Dengan cara seperti itulah maka nanti Car Free Day akan menjadi tujuan wisata untuk berolahraga, bersosialisasi, maupun wisata kuliner,” kata Ahmad.
Kata Kunci / Tags
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....