Pemprov DKI Perkuat RDF Rorotan untuk Perluas Pengolahan Sampah dalam Kota

  • 10 Agt 2026 19:51 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat pengolahan sampah di dalam kota agar semakin banyak sampah dapat diolah dan dimanfaatkan sebelum masuk ke tahap pengelolaan akhir. Salah satunya melalui optimalisasi RDF Plant Rorotan yang terus dibenahi dari sisi kapasitas, teknologi, operasional, hingga pengendalian dampak terhadap masyarakat sekitar.

Pengembangan RDF Plant Rorotan menjadi bagian dari transformasi pengelolaan sampah Jakarta menuju 100 persen sampah terkelola. Langkah tersebut dilakukan secara bertahap untuk membangun sistem pengelolaan yang semakin efektif, modern, dan berkelanjutan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemprov DKI untuk terus menghadirkan solusi dalam menyelesaikan persoalan sampah Jakarta dari hulu hingga hilir. Penguatan fasilitas pengolahan di dalam kota menjadi salah satu langkah penting agar semakin banyak sampah dapat ditangani sebelum masuk ke tahap pengelolaan akhir.

“Jakarta memiliki sejumlah fasilitas pengolahan sampah di dalam kota. Salah satunya RDF Plant Rorotan yang saat ini sudah mengoperasikan satu line dengan kapasitas 800 ton per hari,” ujar Pramono, dalam acara Deklarasi Nasional Peluncuran Perlindungan Sosial bagi Sektor Informal Persampahan Indonesia, di RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurut Pramono, pengembangan RDF Plant Rorotan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas, tetapi juga harus memastikan kenyamanan masyarakat sekitar. Karena itu, berbagai evaluasi dan penyempurnaan terus dilakukan terhadap operasional fasilitas tersebut.

Ia menyebut keluhan masyarakat terkait bau yang sebelumnya muncul kini telah jauh berkurang seiring berbagai perbaikan. “Yang kami bangun bukan hanya kapasitas pengolahannya, tetapi juga sistem pengelolaan yang semakin baik. Masukan masyarakat menjadi bagian penting dari evaluasi agar fasilitas ini dapat beroperasi optimal sekaligus tetap memberikan kenyamanan bagi warga sekitar,” kata Pramono.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengapresiasi pengembangan RDF Plant Rorotan sebagai salah satu contoh fasilitas pengolahan sampah yang dapat dikelola secara modern dan tertata.

“RDF Plant Rorotan ini menjadi contoh baik bahwa pengelolaan sampah bisa dilakukan dengan baik dan tidak serta-merta identik dengan kondisi yang kumuh,” ujar Jumhur.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menjelaskan RDF Plant Rorotan terus dioptimalkan secara bertahap. Saat ini satu line telah beroperasi dengan kapasitas 800 ton per hari, sementara line berikutnya dipersiapkan seiring kesiapan akses jalan khusus menuju fasilitas.

Perbaikan juga dilakukan pada aspek operasional, mulai dari pengendalian bau hingga penggunaan truk compactor tertutup untuk meminimalkan ceceran dan air lindi selama pengangkutan.

“RDF yang dihasilkan telah dimanfaatkan secara kontinu oleh industri semen sebagai bahan bakar alternatif. Ini menunjukkan sampah dapat diolah menjadi sumber daya yang kembali memiliki nilai guna sekaligus mengurangi beban pengelolaan pada tahap akhir,” ujar Dudi.

Dudi menegaskan, RDF Rorotan merupakan salah satu bagian dari transformasi pengelolaan sampah Jakarta. “Semakin banyak sampah yang dapat diolah dan dimanfaatkan di dalam kota, semakin sedikit pula yang harus ditangani pada tahap akhir,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....