Pemprov DKI-MUI Perkuat Sinergi untuk Dukung Transformasi Jakarta Kota Global
- 11 Agt 2026 19:22 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat sinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global yang tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan. Komitmen tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri Pengukuhan Pengurus MUI Tingkat Kota/Kabupaten Administrasi se-DKI Jakarta Masa Khidmat 2025–2030, di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus MUI tingkat kota dan kabupaten administrasi se-DKI Jakarta yang baru dikukuhkan untuk masa khidmat 2025–2030. Amanah ini penting karena MUI memiliki posisi strategis dalam menjaga kehidupan keagamaan sekaligus mendampingi masyarakat Jakarta yang terus berubah,” ujar Pramono.
Menurut Pramono, transformasi Jakarta menjadi kota global tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga menghadapi tantangan berupa kesenjangan sosial, disinformasi, polarisasi, degradasi moral, serta upaya menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat.
“Jakarta sedang bertransformasi menjadi kota global. Tantangannya bukan hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga kesenjangan sosial, disinformasi, polarisasi, degradasi moral, serta bagaimana menjaga harmoni dalam keberagaman,” katanya.
Pramono menyebut MUI menjadi salah satu mitra Pemprov DKI dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Pemprov DKI juga menyatakan dukungan terhadap arah kebijakan dan program kerja MUI Provinsi DKI Jakarta periode 2025–2030.
Dukungan itu antara lain mencakup penguatan moderasi beragama, penolakan terhadap ekstremisme dan intoleransi, serta penyusunan panduan keagamaan yang responsif terhadap berbagai persoalan baru.
“Pemprov DKI mendukung orientasi MUI 2025–2030, terutama dalam memperkuat moderasi beragama, menolak ekstremisme dan intoleransi, serta memberikan panduan yang responsif terhadap persoalan baru seperti kecerdasan buatan, ekonomi syariah, kesehatan mental, dan tantangan sosial perkotaan,” katanya.
Pramono juga meminta MUI memperkuat perannya hingga tingkat masyarakat sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan umat. Menurut dia, metode dakwah juga perlu terus diperbarui agar sesuai dengan karakter masyarakat Jakarta yang modern, plural, dan digital.
“MUI diharapkan hadir sampai ke tingkat masyarakat, menjadi jembatan antara pemerintah dan umat, menyampaikan aspirasi masyarakat, memberi masukan terhadap kebijakan, serta terus memperbarui metode dakwah agar relevan dengan kehidupan masyarakat Jakarta yang modern, plural, dan digital,” ucapnya.
Kolaborasi tersebut antara lain dilakukan melalui penyusunan peta jalan keumatan Jakarta 2025–2030 yang terintegrasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), penguatan kerukunan bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta membuka ruang bagi MUI untuk menjadi mitra yang kritis dan konstruktif bagi pemerintah daerah.
Sementara itu, Ketua MUI DKI Jakarta Gus Faiz Syukron Makmun berharap MUI dapat terus menjadi rumah besar yang mempersatukan seluruh elemen umat Islam. “Mudah-mudahan ke depan MUI bisa menjadi sarana perjuangan umat, menjadi rumah besar yang mengayomi semua perjuangan besar. Mudah-mudahan itu selalu dibersamai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar Gus Faiz.
Gus Faiz juga mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemprov DKI Jakarta kepada MUI. Menurutnya, sinergi antara MUI dan Pemprov DKI menjadi modal dalam menjalankan amanah organisasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Sekali lagi terima kasih kepada Bapak Gubernur dan seluruh jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang selama ini sudah begitu banyak memberi bantuan dan perhatian kepada MUI,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....