Workshop Tari Tradisi dan Kreasi Anak Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini

  • 22 Jul 2026 18:13 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Indonesia memiliki kekayaan budaya yang telah diakui dunia, termasuk berbagai tari tradisi yang masuk dalam pengakuan UNESCO.

RRI.CO.ID, Jakarta - Jakarta menjadi ruang belajar budaya yang inspiratif melalui penyelenggaraan Workshop Tari Tradisi dan Kreasi Anak di Balai Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM), Selasa 21 Juli 2026. Kegiatan yang digagas Yayasan Mekar Pribadi bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan RI, serta Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin ini diikuti siswa SD kelas 4 hingga 6 dan SMP dari Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Tangerang Selatan. Workshop digelar secara gratis sebagai upaya memperluas akses pendidikan budaya melalui pembelajaran yang kreatif, edukatif, dan menyenangkan.

Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan RI, I Made Dharma Suteja, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang telah diakui dunia, termasuk berbagai tari tradisi yang masuk dalam pengakuan UNESCO. Karena itu, generasi muda memiliki peran penting untuk menjaga, mencintai, dan mengembangkan warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

(Foto : Yayasan Mekar Pribadi)

Baca Juga : Rumah Indira, Ruang Tumbuh Anak Berkebutuhan Khusus menuju Kemandirian

Baca Juga: Jejak Maestro Menguatkan Langkah Penari Muda Depok

Semangat serupa disampaikan David Tandayu dari Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta. Ia menekankan bahwa tari tradisi merupakan fondasi penting sebelum seseorang mengembangkan diri ke berbagai bentuk tari modern. Tari bukan sekadar rangkaian gerak, melainkan cerminan sejarah, filosofi, dan kehidupan masyarakat. Sementara itu, Ketua Program Studi Tari Institut Kesenian Jakarta, Hanny Herlina, mengajak para peserta untuk bangga mempelajari tari tradisi karena seni tari Indonesia justru mendapat apresiasi tinggi di dunia internasional serta membuka beragam peluang profesi di bidang seni dan kebudayaan.

Selain belajar seni tari, para peserta juga diajak mengenal Balai Sastra H.B. Jassin sebagai pusat literasi dan dokumentasi sastra terbesar di Asia Tenggara. Kepala Satuan Pelaksanaan Layanan Perpustakaan Jakarta, Riska Damastika, mengajak anak-anak untuk mencintai proses belajar karena ketertarikan terhadap seni tari dapat memperluas wawasan tentang sejarah, sastra, dan budaya. Memasuki sesi praktik, peserta dibimbing penari dan koreografer Sabrina Salawati serta Bathari Putri Surya Dewi mempelajari gerak dasar tari Sumatra dan Jawa, kemudian mengeksplorasi gerakan bertema kijang dan kehidupan rimba melalui pembelajaran yang interaktif.

(Foto : Yayasan Mekar Pribadi)

Baca Juga: Palakali Creative, Ruang Berkarya Menyatukan Seni, Desain, & Kepedulian Lingkungan

Workshop berlangsung penuh antusias dengan peserta yang dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan koreografi secara bergantian. Selain mengasah kemampuan menari, kegiatan ini juga menumbuhkan disiplin, kerja sama, rasa percaya diri, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia. Melalui kolaborasi ini, penyelenggara berharap semakin banyak anak Indonesia mengenal dan melestarikan seni budaya Nusantara, sekaligus tumbuh menjadi generasi yang kreatif, berkarakter, dan bangga terhadap identitas budayanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....