Melu Dongeng, Nyuk, Rawat Bahasa Ibu
- 29 Agt 2026 07:25 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Kegiatan “Melu Dongeng, Nyuk” diharapkan menjadi langkah sederhana untuk menumbuhkan kembali kecintaan terhadap bahasa ibu.
- Bahasa daerah atau bahasa ibu menghadapi tantangan untuk tetap hidup dalam keseharian generasi muda
RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah kemajuan modernisasi yang semakin kuat, bahasa daerah atau bahasa ibu menghadapi tantangan untuk tetap hidup dalam keseharian generasi muda. Menjawab kondisi tersebut, KKN Bhavanastra Kelompok 127 berkolaborasi dengan Karang Taruna RW 08 dan Al-Zastrouw Library menggelar Seminar Literasi Bahasa & Kebudayaan bertajuk “Melu Dongeng, Nyuk”, Kamis, 27 Agustus 2026, di Kantor Al-Zastrouw Library X Adakopi Satulagi.
Mengangkat tema “Indonesia, Kemerdekaan, dan Hilangnya Bahasa Ibu”, kegiatan ini melibatkan ibu-ibu dan anak-anak warga Taman Serua serta Karang Taruna RW 08. Narasumber Devina Febrianti, dengan moderator Alasti Elva Mentari, Lc., MA., mengajak peserta melihat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang kedaulatan wilayah dan politik, tetapi juga kemampuan menjaga keberagaman bahasa sebagai bagian penting dari identitas bangsa.

Baca Juga : Nyala Suar di Sunset Pier, Swara SeadaNya Bersiap Pentaskan Sutasoma
Baca Juga : Komunitas Tari Satria Buwana, Menjaga Tari Tradisi
Bahasa ibu dinilai memiliki peran besar dalam mewariskan nilai moral, kearifan lokal, dan memori kolektif dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karena itu, dongeng dipilih sebagai media untuk mendekatkan kembali bahasa daerah kepada anak-anak. Melalui cerita, intonasi, dan suasana yang menyenangkan, pesan budaya dapat disampaikan secara alami sekaligus mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak.
Rangkaian kegiatan acara dimulai pada pukul 15.00 WIB dengan registrasi dan pembukaan, dilanjutkan talkshow serta diskusi hingga pukul 16.30 WIB. Keceriaan kemudian hadir melalui sesi dongeng interaktif yang berlangsung selama sekitar 30 menit. Setelah istirahat, salat, dan makan bersama, kegiatan dilanjutkan pada malam hari dengan Semaan Puisi bersama Zaky Mubarok. Hingga pukul 22.00 WIB, mahasiswa, pemuda Karang Taruna, dan warga diajak merenungkan kembali makna identitas budaya melalui karya sastra.

Baca Juga : Teater Dupa, Merawat Seni dan Budaya dari Duri Kepa
Baca Juga : Semangat Kemerdekaan, Beksi Panca Mustika Tunggal Lestarikan Silat Tradisional
Baca Juga : Entrepreneurship Jadi Pendekatan Pembelajaran
Melalui perpaduan dongeng dan puisi, kegiatan “Melu Dongeng, Nyuk” diharapkan menjadi langkah sederhana untuk menumbuhkan kembali kecintaan terhadap bahasa ibu. Upaya tersebut dapat dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni keluarga dan komunitas. Sebab, menjaga bahasa daerah bukan sekadar mempertahankan kata-kata, tetapi juga merawat nilai, cerita, dan jati diri budaya yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....