Adek Aliyus Firmansyah: Menuntut Ilmu, Berkarya, dan Menjaga Persatuan

  • 26 Agt 2026 21:55 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Adek Aliyus Firmansyah adalah anak muda dari Tandikek, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, yang lahir pada 2 Februari dari suku Chaniago.
  • Meskipun hanya menyelesaikan pendidikan formal sampai jenjang SD, Aliyus memiliki semangat kuat untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
  • Aliyus tumbuh dalam keluarga sederhana dengan ayah yang bekerja sebagai kuli bangunan dan ibu yang telah meninggal dunia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Adek Aliyus Firmansyah, anak muda Minang yang asal Tandikek, Kabupaten Padang Pariaman,Sumatera Barat, lahir pada 2 Februari. Berasal dari suku Chaniago dan merupakan anak keempat dari empat bersaudara, Aliyus tumbuh dalam keluarga sederhana. Beliau adalah putra Ali Basir yang bekerja sebagai kuli bangunan dan almarhumah Yusmardi ibunda tercinta . Meski pendidikan formalnya hingga jenjang SD, semangatnya untuk terus belajar dan membantu orang lain membuatnya tetap aktif mengembangkan diri.

(Foto: Adek Aliyus Firmansyah)

Baca Juga : Evi Susanti: Pendidikan, Pengabdian, dan Pentingnya Berita yang Mencerdaskan

Baca Juga : Asnizarti, Bundo Kanduang yang Menjaga Minang di Sydney

Baca Juga : Yousfi B. Latif, Merawat Persatuan Diaspora Minang dari Sydney

Aliyus mulai terjun dalam kegiatan pendidikan sejak 2015. Keinginannya sangat sederhana, yakni dapat menuntut ilmu seperti anak-anak pada umumnya sekaligus membantu abang dan teman-temannya. Dalam perjalanan tersebut, ia pernah meraih Harapan II dalam Lomba Muhadarah di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas. Prestasi itu menjadi salah satu pengalaman berharga yang mendorongnya untuk terus belajar dan berani berkegiatan di tengah masyarakat.

Adek, sapaannya, menjelaskan perihal dirinya, melalui acara Apresiasi Budaya Minangkabau, Minang Bakaba Lamak Di danga, di RRI Pro 4 FM Jakarta, melalui sambungan telp, Rabu Malam, 26 Agustus 2026.

"Selain berkegiatan di bidang pendidikan di pesantren, saya juga pernah bekerja sama dengan teman-teman lain membuat tangkai tajak atau cangkul. Kegiatan tersebut kami lakukan sekitar November hingga Februari. Bagi saya, pengalaman bekerja bukan sekadar mencari kesibukan, namun juga menjadi ruang untuk belajar bertanggung jawab, bekerja sama, dan menghargai setiap proses yang dijalani", ujar Adek.

(Foto: Adek Aliyus Firmansyah)

Aliyus menilai pendidikan di Indonesia kini bergerak ke arah yang lebih baik, meski masih menghadapi persoalan pemerataan dan kedalaman pendidikan. Ia berharap pendidikan benar-benar menjadi hak seluruh anak bangsa tanpa memandang tempat lahir, kondisi ekonomi, maupun daerah tempat tinggal. Dukungan orang tua juga menjadi kekuatan penting baginya. Petuah yang selalu diingatnya adalah, “Barakik rakik dahulu, baranang anang katapian. Bialah sakik dahulu, sanang kudian,” yang mengajarkan pentingnya bersabar dan berjuang sebelum menikmati hasil.

(Foto: Adek Aliyus Firmansyah)

Baca Juga: Teater Mantuli Hidupkan Legenda Sigalegale lewat Panggung Bahasa Isyarat

Baca Juga: Entrepreneurship Jadi Pendekatan Pembelajaran

Baca Juga: Komunitas Tari Satria Buwana, Menjaga Tari Tradisi

Ke depan, Aliyus berharap berita dapat menjadi jembatan persatuan, bukan sumber perpecahan, serta mampu membangun masyarakat yang lebih sadar, bijaksana, dan saling menghargai. Kepada generasi muda Minang dan seluruh anak muda Indonesia, ia berpesan agar tetap menjadi pribadi yang pintar, beradab, mencintai budaya dan tanah air. “Jadilah orang yang membawa perubahan baik, di mana pun kalian berada,” pesannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....