Rumah Indira, Ruang Tumbuh Anak Berkebutuhan Khusus menuju Kemandirian
- 21 Jul 2026 04:15 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Rumah Indira berharap semakin banyak anak berkebutuhan khusus yang mampu hidup mandiri, memiliki keterampilan, bahkan membuka usaha kecil atau bekerja di lingkungan yang inklusif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Berawal dari sebuah garasi rumah di kawasan Cimanggu, Bogor, Rumah Indira resmi berdiri pada 1 Agustus 2017 sebagai ruang belajar, terapi, dan pengembangan potensi bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Komunitas ini didirikan oleh pasangan suami istri yang terinspirasi dari perjalanan mendampingi dua anak mereka yang berkebutuhan khusus hingga mampu hidup lebih mandiri. Nama Indira sendiri diambil dari nama belakang tiga putri mereka sekaligus merupakan akronim dari nama pendirinya, Iin dan Rahmadi, sebagai simbol cinta, harapan, dan perjuangan keluarga.
Lahirnya Rumah Indira berawal dari keputusan sang pendiri mengundurkan diri sebagai pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada 2011 setelah 16 tahun mengabdi. Ia memilih fokus mendampingi kedua anaknya yang berkebutuhan khusus memasuki masa remaja. Setelah melalui berbagai usaha yang belum berhasil dan mengikuti asesmen Talents Mapping pada 2017, ia menemukan panggilan hidupnya sebagai seorang developer, yaitu mengembangkan potensi orang lain. Pengalaman itulah yang kemudian melahirkan Rumah Indira, sebuah tempat yang hadir untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus berkembang sesuai kemampuan mereka sekaligus mendampingi orang tua menghadapi berbagai tantangan pengasuhan.

Iin Indriyani pendiri Rumah Indira berbagi cerita juga perihal perkembangan komunitasnya melalui sambungan telp, di radio RRI Pro 4 Jakarta, di acara Obrolan Komunitas, Senin, 20 Juli 2026.
"Alhamdulillah, Kini Rumah Indira telah berkembang dari garasi rumah menjadi bangunan tiga lantai di Jalan Seremped No. 69, Tanah Sareal, Bogor. Sekitar 100 anak dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri telah bergabung bersama kami melalui layanan tatap muka maupun daring", ujar Iin.
Sebelum mengikuti program, setiap anak terlebih dahulu menjalani observasi dan konsultasi bersama orang tua untuk menentukan layanan yang paling sesuai. Berbagai program disediakan, mulai dari homeschooling akademik dan pra-akademik, terapi komunikasi, terapi perilaku, pelatihan minat dan bakat, hingga Indira Production, sebuah wadah latihan kerja yang menghasilkan produk makanan dan kerajinan dengan keuntungan sepenuhnya diberikan kepada anak sebagai bentuk penghargaan atas karya mereka.
Baca Juga: Sanggar Putra Mayang Sari, Menjaga Warisan Budaya sejak 1948
Baca Juga: Guru Privat Menjadi Pelaku UMKM, Etta Bangun Usaha Bumbu Olahan Berbasis Digital

Bagi tim Rumah Indira, keberhasilan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari perubahan nyata dalam kehidupan anak. Banyak peserta yang awalnya sulit berkomunikasi kini mampu berinteraksi dengan baik, mengendalikan emosi, hingga menemukan bakat di bidang memasak, menjahit, kerajinan, maupun animasi. Meski demikian, tantangan masih kerap dihadapi, terutama ketika sebagian orang tua memiliki harapan yang tidak sesuai dengan kondisi anak atau masih berorientasi pada pencapaian akademik semata. Rumah Indira terus berupaya membangun pemahaman bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda dan layak berkembang sesuai kemampuannya.

Baca Juga: Sanggar Tri Manunggal Sari, Melestarikan Budaya Kebumen di Tanah Rantau
Ke depan, Rumah Indira berharap semakin banyak anak berkebutuhan khusus yang mampu hidup mandiri, memiliki keterampilan, bahkan membuka usaha kecil atau bekerja di lingkungan yang inklusif. Lebih dari sekadar tempat belajar, Rumah Indira ingin menjadi ruang yang mengubah cara pandang masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus. Dengan kesempatan yang tepat, mereka tidak hanya dapat diterima, tetapi juga mampu berkarya, memberi manfaat bagi sesama, serta menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....