Boneka Raksasa Angso dan Kekayaan Legenda Daerah

  • 26 Agt 2026 05:18 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO..ID, Jakarta - Cerita rakyat bukan sekadar dongeng masa lalu. Di dalamnya tersimpan identitas, nilai moral, filosofi, dan jejak budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Semangat inilah yang diangkat dalam program Suara Budaya Nusantara RRI Pro 4 Network, yang mempertemukan RRI Jambi dan RRI Jakarta

Mengangkat tema “Theater Boneka Raksasa Angso Duo”, siaran berjaringan ini menghadirkan Adi Santoso, Dosen Program Studi Seni Drama, Tari dan Musik Universitas Jambi, serta Khalishah Juliandri Ningrum, dari Tim Produksi Theater TUR Boneka Raksasa Angso Duo. Acara dipandu oleh Lies Hayati sebagai Host RRI Jambi dan Nova Calysta sebagai Host RRI Jakarta.

Tema Angso Duo dipilih karena legenda tersebut memiliki tempat penting dalam identitas budaya Jambi. Dalam cerita rakyat yang berkembang di masyarakat, sepasang angsa menjadi petunjuk dalam perjalanan mencari tempat untuk membangun pemukiman atau pusat kerajaan baru. Dalam salah satu versi, Orang Kayo Hitam dan Putri Mayang Mangurai mengikuti sepasang angsa menyusuri Sungai Batanghari hingga menemukan kawasan yang kemudian dikenal sebagai “Tanah Pilih”.

Legenda Angso Duo bahkan terus hidup dalam berbagai bentuk kesenian. Motif sepasang angsa dapat ditemukan dalam batik dan songket Jambi, sementara kisahnya juga pernah diolah menjadi karya tari. Angso Duo menjadi salah satu simbol yang sangat lekat dengan identitas budaya Jambi.

Dari Legenda Menjadi Pertunjukan

Kehadiran Theater Boneka Raksasa Angso Duo menjadi bentuk kreativitas dalam memperkenalkan cerita rakyat kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Cerita yang selama ini dikenal melalui tradisi tutur dikemas menjadi pertunjukan visual yang lebih menarik dan mudah diterima anak-anak maupun generasi muda.

Boneka raksasa juga dapat menjadi media untuk mempertemukan seni tradisi dengan kreativitas pertunjukan masa kini. Dengan demikian, legenda tidak hanya disimpan dalam buku atau diceritakan secara lisan, tetapi dapat tampil dalam ruang publik dan menjadi pengalaman budaya yang menyenangkan.

Indonesia dan Kekayaan Legenda Daerah

Angso Duo hanyalah salah satu dari begitu banyak legenda yang menjadi identitas daerah di Indonesia. Hampir setiap wilayah memiliki cerita yang berkaitan dengan asal-usul tempat, tokoh, maupun fenomena alam.

Dari Sumatera Barat ada Malin Kundang. Kisah seorang anak yang merantau dan menjadi kaya, tetapi kemudian tidak mengakui ibunya ketika kembali ke kampung halaman. Cerita ini berkembang sebagai pengingat pentingnya menghormati dan menyayangi orang tua. Malin Kundang juga sangat lekat dengan kawasan Pantai Air Manis di Sumatera Barat.

Dari Sumatera Utara ada Legenda Danau Toba. Cerita ini mengisahkan Toba, seorang petani yang menikah dengan perempuan jelmaan ikan dengan sebuah janji yang tidak boleh dilanggar. Ketika janji tersebut dilanggar, kisah itu dipercaya menjadi asal-usul terbentuknya Danau Toba dan Pulau Samosir. Legenda ini kemudian melekat kuat dengan salah satu lanskap paling terkenal di Sumatera Utara.

Dari Jawa Barat ada Sangkuriang. Legenda ini berkaitan erat dengan Gunung Tangkuban Perahu. Dalam cerita rakyat, Sangkuriang gagal memenuhi syarat yang diberikan Dayang Sumbi dan kemudian menendang perahu yang dibuatnya hingga terbalik. Bentuk perahu itulah yang dipercaya masyarakat menjadi asal-usul nama Tangkuban Perahu.

Dari Jawa Tengah dan Yogyakarta ada Roro Jonggrang. Kisah tentang Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso sangat dikenal dan dikaitkan dengan legenda Candi Prambanan. Cerita tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana legenda hidup berdampingan dengan peninggalan budaya dan destinasi wisata.

Dari Jawa Barat juga ada Lutung Kasarung, kisah yang menghadirkan tokoh Purbasari dan Lutung Kasarung serta menjadi salah satu cerita rakyat yang terus dikenalkan dalam pendidikan dan kebudayaan.

Dari Nusa Tenggara Barat ada Putri Mandalika, legenda yang kemudian sangat erat dengan tradisi Bau Nyale. Kisah Putri Mandalika menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Lombok dan terus diwariskan melalui berbagai kegiatan budaya.

Sementara dari Jakarta, masyarakat mengenal Si Pitung, tokoh dalam cerita rakyat Betawi yang berkembang sebagai simbol keberanian dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Cerita Si Pitung menjadi bagian dari kekayaan narasi budaya Betawi yang hingga kini masih sering diangkat dalam pertunjukan dan berbagai kegiatan budaya.

Jangan Sampai Legenda Hanya Tinggal Nama

Beragam legenda tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya kaya akan tarian, musik, pakaian adat dan kuliner, tetapi juga memiliki kekayaan cerita yang membentuk identitas setiap daerah.

Melalui Suara Budaya Nusantara, RRI Jambi dan RRI Jakarta mengajak masyarakat melihat bahwa cerita rakyat dapat terus berkembang mengikuti zaman. Legenda Angso Duo, Malin Kundang, Danau Toba, Sangkuriang, Roro Jonggrang, Putri Mandalika hingga Si Pitung dapat dikemas melalui teater, film, musik, animasi, media digital maupun pertunjukan kreatif lainnya.

Sebab, melestarikan budaya bukan berarti hanya mengulang cerita lama. Melestarikan budaya berarti membuat cerita lama tetap memiliki tempat di hati generasi baru.

Dan ketika sepasang Angso Duo kembali “terbang” melalui panggung teater boneka raksasa, yang sebenarnya sedang dihidupkan bukan hanya sebuah legenda, tetapi juga ingatan tentang siapa kita dan dari mana kita berasal sebagai bangsa Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....