Tips Mengendalikan Hama Tanaman Sawit

  • 24 Apr 2024 16:05 WIB
  •  Entikong

KBRN, Entikong: Kumbang tanduk memang bisa menjadi ancaman serius bagi kelapa sawit. Kumbang ini, terutama yang dikenal sebagai kumbang tanduk merah (Rhinoceros Beetle), dapat menyebabkan kerusakan pada batang kelapa sawit dengan cara menggali lubang dan memakan jaringan dalam batang tersebut. Akibatnya, pertumbuhan kelapa sawit terganggu dan produktivitasnya menurun.

Selain itu, larva kumbang tanduk juga bisa merusak akar kelapa sawit, mengganggu penyerapan nutrisi tanaman. Dampaknya bisa sangat merugikan, karena dapat mengakibatkan kematian tanaman atau pertumbuhan yang tidak optimal.

Untuk mengendalikan populasi kumbang tanduk, petani kelapa sawit biasanya menggunakan metode-metode seperti penggunaan insektisida, pemasangan perangkap, atau pemangkasan pohon yang terinfeksi. Tindakan pencegahan seperti menjaga kebersihan lahan juga dapat membantu mengurangi risiko serangan kumbang tanduk.

Dikutip dari Gokomodo, Selasa (23/4/2024), berikut tips mengendalikan hama tanaman sawit:

1. Letakkan Garam pada Pucuk Pohon

Pemberian garam termasuk cara pengendalian dengan kultur teknis. Cara ini dilakukan dengan menggunakan butiran garam kasar sebanyak 200 gram/tanaman. Agar lebih mudah, garam bisa dikemas dalam kantong plastik yang sudah dilubangi dengan jarum dan diletakkan pada beberapa tempat.

Cara kedua adalah memasang perangkap feromon berbahan aktif ethyl-4-methyloctanoat untuk merangkap imago kumbang tanduk. Kamu bisa menggunakan dosis 1 sachet feromon per hektare dan melakukannya berulang sampai serangan hama benar-benar menurun. Perangkap ini bertahan selama 2 bulan.

3. Letakkan daun tembakau atau irisan jengkol

Cara berikutnya adalah meletakkan daun tembakau atau irisan jengkol di bagian pucuk pohon kelapa sawit. Hal ini karena bau busuk atau bau khas yang dihasilkan oleh keduanya bisa mengusir hama kumbang tanduk.

Kamu juga bisa meletakkan baskom berisi air sabun di dekat lampu karena kumbang tertarik dengan cahaya. Kumbang yang mendekat akan tergelincir dan masuk ke dalam baskom.

4. Pengutipan dan Pembongkaran

Pengutipan bisa dilakukan setiap bulan jika populasi imago sekitar 3–5 ekor per hektare, setiap 2 minggu jika populasi imago mencapai 10 ekor per hektare, hingga setiap hari jika populasi sudah sangat tinggi (eksplosif).

Selain itu, kamu juga bisa melakukan pembongkaran tumpukan bahan organik yang tidak terdekomposisi sempurna agar tidak dijadikan tempat makan atau sarang kumbang tanduk.

5. Gunakan Insektisida Sistemik

Mobilitas kumbang tanduk yang tinggi membuat pengendaliannya harus menggunakan insektisida sistemik. Kamu bisa mengebor batang kelapa sedalam 10 sentimeter dengan kemiringan sekitar 45 derajat.

Setelah jadi, isi lubang dengan 10­ hingga 15 cc insektisida dan tutup kembali dengan lilin atau tanah liat. Pastikan satu pohon memiliki satu lubang bor.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....