Indonesia-Qatar Sepakat Dorong Perdamaian di Afghanistan

KBRN, Jakarta: Proses perdamaian di Afghanistan terus bergulir, meskipun kondisi di dalam negeri setempat masih menghadapi berbagai kendala.

Dunia internasional pun memberikan dukungan penuh atas proses itu, termasuk dalam menyuarakan di tingkat PBB, forum-forum internasional maupun terlibat langsung bersama berbagai pihak yang bertikai di Afghanistan.

Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki fokus, untuk mendukung tercapainya perdamaian di negara itu.

Indonesia juga mengajak negara-negara di dunia, untuk melakukan hal yang sama.

Isu mengenai proses perdamaian di Afghanistan turut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Wakil Perdana Menteri/Menteri Luar Negeri Qatar Skeikh Tamim bin Hamad Al-Thani, Kamis (11/2/2021) di Doha, Qatar.

Sejumlah disepakati oleh kedua menlu terkait proses perdamaian di Afghanistan.

Retno menyampaikan, peran perempuan harus diutamakan dalam proses perdamaian.

“Peran Perempuan harus terus diutamakan baik dalam proses perdamaian maupun dalam pembangunan Afghanistan pasca konflik,” sebut Retno.

Selain itu, disepakati pentingnya dukungan internasional untuk menjaga momentum proses perdamaian, proses perdamaian diharapkan bergulir lebih cepat dan diperlukan komitmen tinggi dari semua pihak, serta Qatar mengapresiasi peran Indonesia yang memberikan fokus perhatian pada peran perempuan di Afghanistan.​

Pada 2018 Indonesia menggelar pertemuan Trilateral Ulama, dengan mengundang para ulama Afghanistan, Pakistan dan Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat.

Melalui pertemuan itu Indonesia mendorong perdamaian antara pemerintah Afghanistan dan Taliban.

Di bagian lain, pertemuan bilateral juga dimanfaatkan untuk membicarakan hubungan RI-Qatar ,yang ditargetkan semakin diperkuat terutama di bidang ekonomi.

Beberapa fokus kerjasama yang saat ini sedang dilakukan adalah di bidang investasi untuk telekomunikasi, pariwisata dan listrik.

Selain itu, kedua Menlu juga membahas isu Palestina, terutama hasil Pertemuan para Menlu Liga Arab mengenai Palestina yang diselenggarakan di Kairo, 8 Februari 2021.

Diharapkan hasil pertemuan akan menciptakan kesempatan baru bagi perjuangan Palestina berdasarkan two-state solution (solusi dua negara). (Foto : Kemenlu RI)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar