Melacak Ketersendatan Distribusi Beras dari Gudang ke Pengecer

  • 05 Okt 2026 00:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah melakukan pengecekan ketersediaan beras nasional di Pasar Induk Beras Cipinang pada Jumat 2 Oktober 2026 bersama Komisi IV DPR RI, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog.
  • Cadangan beras dan penyaluran intervensi pangan menunjukkan volume yang besar menurut data pemerintah.
  • Pemerintah terus memperkuat distribusi beras hingga ke tingkat pengecer dan ritel untuk memastikan ketersediaan yang stabil.

Di tengah penurunan potensi produksi pada September-November, stok Cadangan Beras Pemerintah berada pada 4,48 juta ton per 30 September. Pemerintah juga terus menyalurkan cadangan tersebut melalui berbagai program.

Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah sepanjang 2026 hingga akhir September mencapai 2,73 juta ton. Dari jumlah tersebut, bantuan pangan tahap pertama mencapai 662,86 ribu ton dan bantuan pangan tahap kedua telah berjalan hingga 944 ribu ton.

Bantuan pangan tersebut ditujukan kepada 33,24 juta penerima. Pemerintah juga menjalankan SPHP sebagai intervensi di pasar untuk menjaga pasokan dan harga beras.

Selain melalui Bulog dan pengecer, pemerintah menyiapkan kanal distribusi melalui Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih. Kanal tersebut akan digunakan untuk menambah titik penyaluran beras medium maupun premium di tingkat desa.

Bulog menyebut percepatan distribusi hingga desa diperlukan agar beras yang tersedia tidak berhenti di pasar induk atau pusat distribusi. Penyaluran kemudian diarahkan sampai pengecer dan ritel di wilayah perdesaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....