Melacak Ketersendatan Distribusi Beras dari Gudang ke Pengecer
- 05 Okt 2026 00:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah melakukan pengecekan ketersediaan beras nasional di Pasar Induk Beras Cipinang pada Jumat 2 Oktober 2026 bersama Komisi IV DPR RI, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog.
- Cadangan beras dan penyaluran intervensi pangan menunjukkan volume yang besar menurut data pemerintah.
- Pemerintah terus memperkuat distribusi beras hingga ke tingkat pengecer dan ritel untuk memastikan ketersediaan yang stabil.
Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan beras tersedia di pasar. Menurutnya, pasokan berasal dari pemerintah maupun pelaku usaha swasta.
Bulog menyalurkan beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP sekitar 4.000 ton per hari ke berbagai wilayah Indonesia. Penyaluran tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga beras di tingkat pasar.
“Beras-beras tersedia di pasaran. Tinggal kita nanti mendistribusikannya lebih cepat supaya betul-betul sampai ke pengecer-pengecer maupun retail-retail yang ada di desa-desa,” kata Rizal.
Data Bapanas menunjukkan penugasan awal SPHP sebesar 828 ribu ton telah selesai 100 persen pada 23 September 2026. Pemerintah kemudian menambah penugasan SPHP sebesar 74,18 ribu ton, dengan batas penyaluran sampai 20 November 2026.
Tambahan tersebut setara dengan sekitar 14,83 juta kemasan beras SPHP ukuran lima kilogram. Anggaran untuk tambahan penugasan itu mencapai Rp409 miliar.
Sepanjang 2026 hingga akhir September, total penyaluran Cadangan Beras Pemerintah mencapai 2,73 juta ton. Penyaluran tersebut mencakup SPHP, bantuan pangan, bantuan bencana dan keadaan darurat, serta kebutuhan lainnya.
Bapanas mencatat penyaluran tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada September 2025, total penyaluran Cadangan Beras Pemerintah tercatat 790,8 ribu ton.
|
Selanjutnya,
Beras Premium di Ritel
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....