Melacak Ketersendatan Distribusi Beras dari Gudang ke Pengecer

  • 05 Okt 2026 00:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah melakukan pengecekan ketersediaan beras nasional di Pasar Induk Beras Cipinang pada Jumat 2 Oktober 2026 bersama Komisi IV DPR RI, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog.
  • Cadangan beras dan penyaluran intervensi pangan menunjukkan volume yang besar menurut data pemerintah.
  • Pemerintah terus memperkuat distribusi beras hingga ke tingkat pengecer dan ritel untuk memastikan ketersediaan yang stabil.

Pemeriksaan pemerintah di PIBC juga mencatat perubahan harga beras. Bapanas menyebut sejumlah pedagang melaporkan harga mulai turun dalam dua pekan sebelum kunjungan pemerintah.

Namun, penurunan tersebut disebut baru terlihat pada tingkat distributor. Penurunan harga belum sepenuhnya diteruskan ke tingkat pengecer.

Bapanas mencatat harga beras premium di tingkat distributor sekitar Rp14.200 per kilogram. Sementara Harga Eceran Tertinggi untuk beras premium di wilayah dengan batas atas tersebut berada pada Rp14.900 per kilogram.

"Padahal faktanya kami cek di pasar PIBC Cipinang, itu sekarang pedagang beras yang di PIBC Cipinang, beras premium itu Rp14.200, sedangkan HET adalah Rp14.900. Buktinya yang di PIBC jualnya Rp14.200. Itu tidak ada masalah. Itu fakta," katanya.

Kondisi harga di pasar induk tersebut berbeda dengan data harga beras di tingkat penggilingan yang dirilis BPS untuk September. BPS mencatat rata-rata harga beras premium di penggilingan sebesar Rp15.185 per kilogram.

Harga tersebut naik 0,81 persen dibandingkan Agustus 2026. Sementara harga beras medium di penggilingan mencapai Rp14.018 per kilogram atau naik 0,87 persen secara bulanan.

Di tingkat grosir, BPS mencatat harga beras naik 0,61 persen pada September 2026. Sementara harga beras di tingkat eceran meningkat 0,80 persen secara bulanan.

Secara tahunan, inflasi beras pada September 2026 tercatat 3,73 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi beras pada September 2025 yang mencapai 4,06 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....