Tragedi Maling Ayam Bali, Amuk Massa dan Air Mata yang Tertinggal
- 28 Jul 2026 11:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KD tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa usai kepergok hendak mencuri ayam aduan di Desa Batunya, Tabanan, sementara anak bungsunya menangis histeris saat jenazah tiba di rumah duka.
- Polisi menyatakan amuk massa dipicu maraknya kasus kehilangan ayam di wilayah tersebut, lalu mengevakuasi jenazah KD setelah melakukan olah tempat kejadian perkara.
- KD meninggalkan seorang istri dan tiga anak, dengan dua di antaranya masih bersekolah, sehingga kisah keluarga yang ditinggalkan menjadi sorotan publik.
Proses penyidikan kasus tewasnya pria yang diduga menjadi korban pengeroyokan massa masih terus berlanjut. Kepolisian membongkar makam korban di Desa Adat Sidetapa, Kabupaten Buleleng, guna memperoleh kepastian penyebab kematian melalui pemeriksaan forensik.
Ekshumasi dilakukan terhadap jenazah pria berinisial KD yang sebelumnya dimakamkan setelah meninggal akibat dugaan aksi main hakim sendiri. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penyidik memperkuat pembuktian dalam perkara yang masih terus dikembangkan hingga sekarang.
Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menjelaskan ekshumasi dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan yang sedang berlangsung saat ini. Pemeriksaan terhadap jenazah diharapkan mampu memberikan keterangan ilmiah mengenai penyebab kematian serta dugaan kekerasan yang dialami korban sebelumnya.
Menurutnya, hasil pemeriksaan forensik akan menjadi dasar penting dalam menyusun konstruksi perkara secara lebih utuh dan objektif nantinya. Penyidik membutuhkan temuan medis agar seluruh rangkaian pembuktian memiliki dasar kuat sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
"Tujuan utama ekshumasi adalah mengidentifikasi identitas mayat, mencari penyebab pasti kematian. Serta mengumpulkan tanda-tanda kekerasan demi kepentingan penegakan keadilan hukum," ujarnya.
Kapolres menegaskan ekshumasi merupakan langkah penting untuk melengkapi penyelidikan terhadap kasus yang kini menjadi perhatian masyarakat luas tersebut. Temuan dari pemeriksaan forensik akan dipadukan dengan alat bukti lain yang telah dikumpulkan penyidik selama proses penyidikan berlangsung.
Penyidik berharap seluruh hasil pemeriksaan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kronologi serta penyebab pasti meninggalnya korban dalam kejadian tersebut. Dengan demikian, proses penegakan hukum dapat berjalan berdasarkan fakta ilmiah dan alat bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Betul, untuk melengkapi penyelidikan," ujar AKBP I Putu Bayu Pati. Pernyataan singkat tersebut menegaskan proses pembongkaran makam dilakukan semata-mata untuk mendukung kebutuhan penyidikan.
Area pemakaman di Desa Adat Sidetapa dipasangi garis polisi selama proses ekshumasi berlangsung guna mengamankan lokasi pemeriksaan tersebut berlangsung. Sejumlah personel kepolisian disiagakan di sekitar makam untuk memastikan seluruh tahapan berjalan tertib tanpa gangguan dari luar.
Penyidik Satreskrim Polres Tabanan, petugas identifikasi, serta tim medis forensik terlihat melakukan pemeriksaan terhadap jenazah di lokasi pemakaman. Seluruh proses dilakukan sesuai prosedur penyidikan sebagai bagian dari upaya mengungkap fakta hukum dalam kasus pengeroyokan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....