Tragedi Maling Ayam Bali, Amuk Massa dan Air Mata yang Tertinggal
- 28 Jul 2026 11:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KD tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa usai kepergok hendak mencuri ayam aduan di Desa Batunya, Tabanan, sementara anak bungsunya menangis histeris saat jenazah tiba di rumah duka.
- Polisi menyatakan amuk massa dipicu maraknya kasus kehilangan ayam di wilayah tersebut, lalu mengevakuasi jenazah KD setelah melakukan olah tempat kejadian perkara.
- KD meninggalkan seorang istri dan tiga anak, dengan dua di antaranya masih bersekolah, sehingga kisah keluarga yang ditinggalkan menjadi sorotan publik.
SEORANG bocah menangis histeris dan terus menangis dihadapan puluhan orang yang memenuhi halaman depan rumahnya, Jumat 24 Juli 2026. Air mata yang bercucuran itu mengiringi kepergian sang ayah tercinta yang tiba di rumah duka di Desa Sidatapa, Buleleng, Bali.
Tangisan bocah perempuan itu memecah keheningan rumah duka, menyisakan pilu bagi keluarga, kerabat, serta warga yang turut melayat bersama. Peristiwa tersebut menjadi akhir tragis perjalanan hidup KD setelah insiden pengeroyokan yang berujung kehilangan nyawa di Kabupaten Tabanan.
Peristiwa bermula ketika KD diduga hendak mencuri seekor ayam aduan milik warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Tabanan, Jumat 24 Juli 2026. Kejadian berlangsung sekitar pukul 01.30 WITA ketika pemilik ayam memergoki keberadaan KD di sekitar kandang peliharaannya malam itu.
Saat aksinya diketahui, KD berusaha melarikan diri menghindari kejaran warga yang mulai berdatangan menuju lokasi kejadian dengan cepat. Upaya tersebut tidak berhasil karena sejumlah warga berhasil menangkap KD sebelum akhirnya menjadi sasaran amuk massa yang marah.
"Warga emosi karena maraknya kasus kehilangan ayam di wilayah tersebut. Kemudian melakukan pengeroyokan terhadap terduga pelaku hingga meninggal dunia," ujar Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani dalam keterangan resmi yang diterima RRI, Sabtu 25 Juli 2026.
Kemarahan warga juga berujung pada pembakaran sepeda motor yang digunakan KD hingga kendaraan tersebut hangus terbakar di lokasi kejadian. Situasi baru mulai terkendali setelah aparat kepolisian menerima laporan dan segera mendatangi tempat kejadian perkara pada dini hari.
Petugas tiba sekitar pukul 02.00 WITA dan langsung mengamankan lokasi sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban secara menyeluruh. Namun, ketika pemeriksaan dilakukan, KD telah meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya setelah menjadi korban pengeroyokan warga.
Tim Inafis Satreskrim Polres Tabanan kemudian melaksanakan olah tempat kejadian perkara serta mengidentifikasi sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Setelah proses identifikasi selesai, jasad KD dievakuasi menuju RSU Semara Ratih Tabanan untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.
Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga pada Jumat sore sebelum diberangkatkan menuju rumah duka di Desa Sidatapa, Kabupaten Buleleng. Kepulangan jenazah disambut isak tangis keluarga yang tidak kuasa menahan kesedihan atas kehilangan anggota keluarga mereka.
"Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga pada Jumat sore," kata Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani. Proses penyerahan berlangsung setelah seluruh rangkaian pemeriksaan kepolisian selesai dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku terhadap korban tersebut.
Perbekel Desa Sidatapa, I Made Sutama mengaku ikut merasakan kesedihan mendalam ketika mendampingi proses penjemputan jenazah almarhum dari rumah sakit. Menurutnya, tangisan anak bungsu KD menjadi pemandangan paling menyayat hati sepanjang prosesi kepulangan jenazah menuju rumah keluarga.
Sang anak terus memanggil ayahnya yang telah terbujur kaku, sementara anggota keluarga lain berusaha menenangkan suasana dengan penuh haru. Peristiwa tersebut meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang kini harus melanjutkan kehidupan tanpa kehadiran sosok kepala keluarga.
"Kemarin saya yang menjemput jenazahnya. Saat tiba di rumah, melihat anaknya menangis tersedu-sedu, saya benar-benar sedih," katanya, menerangkan.
Menurutnya, suasana duka begitu terasa karena seluruh keluarga tidak menyangka kepulangan KD berakhir dalam keadaan tidak bernyawa tersebut. KD meninggalkan seorang istri serta tiga orang anak yang kini harus menghadapi kehilangan besar dalam kehidupan keluarga mereka bersama.
Dalam laporan yang diterima RRI, dua anaknya masih bersekolah. Masing-masing duduk di bangku kelas satu SMA dan kelas satu SD saat peristiwa itu terjadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....