Gemerlap Piala Dunia 2026, Dibayangi Kontroversi yang Tak Usai
- 08 Jul 2026 07:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Piala Dunia 2026 tak hanya menghadirkan persaingan di lapangan, tetapi juga dibayangi berbagai kontroversi di luar pertandingan.
- Isu visa, harga tiket, cuaca ekstrem, hingga keputusan VAR menjadi polemik yang memengaruhi pengalaman pemain, ofisial, dan suporter.
- Sejumlah persoalan, termasuk dugaan intervensi politik dan tantangan geopolitik, menjadi catatan penting bagi FIFA dalam mengevaluasi penyelenggaraan mendatang.
Teknologi Video Assistant Referee (VAR) kembali menjadi sorotan sepanjang Piala Dunia 2026. Sistem yang dirancang membantu wasit mengambil keputusan justru kembali memantik perdebatan di berbagai pertandingan.
FIFA tetap mengandalkan VAR dan teknologi semi-automated offside untuk meningkatkan akurasi keputusan di lapangan. Organisasi tersebut menilai teknologi dapat meminimalkan kesalahan yang berpotensi memengaruhi hasil pertandingan.
Salah satu kontroversi terbesar terjadi saat Portugal menghadapi Kroasia di babak 16 besar. Gol pada menit akhir dianulir setelah teknologi bola mendeteksi sentuhan Igor Matanovic sebelum bola diteruskan kepada Josko Gvardiol yang berada dalam posisi offside.
“Berdasarkan data dari Connected Ball Technology di dalam bola Trionda, membuktikan pemain Kroasia bernomor punggung 20, Igor Matanovic, melakukan kontak. Hal ini memungkinkan wasit untuk menetapkan keputusan offside secara tepat dan menganulir gol tersebut,” kata pernyataan resmi FIFA.
Keputusan tersebut langsung memicu protes dari pemain dan suporter Kroasia. Banyak yang menilai sentuhan itu nyaris tidak terlihat, tetapi sensor pada bola mampu mendeteksinya sehingga VAR membatalkan gol tersebut.
Kontroversi lain muncul saat Jerman tersingkir dari Paraguay setelah gol mereka pada babak tambahan waktu dianulir VAR. FIFA kemudian menjelaskan keputusan tersebut telah sesuai dengan pedoman baru yang telah disosialisasikan kepada seluruh peserta sebelum turnamen dimulai.
Perdebatan mengenai VAR pun kembali memunculkan dua pandangan berbeda. Beberapa setuju dan beberapa lainnya melontarkan kritik tajam.
Sebagian pihak menilai teknologi membuat pertandingan lebih adil. Sementara yang lain beranggapan sepak bola kehilangan spontanitas karena keputusan ditentukan hingga sentuhan yang nyaris tak terlihat.
Di sisi lain, FIFA menegaskan penggunaan VAR dan teknologi terbaru merupakan bagian dari upaya meningkatkan akurasi keputusan wasit. Menurut FIFA perkembangan teknologi menjadi langkah penting untuk menjaga integritas pertandingan di level tertinggi.
“Sensor IMU yang terpasang di dalam bola Trionda mampu mendeteksi kontak sekecil apa pun. Memungkinkan wasit mendapatkan tingkat data yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk membuat keputusan yang cepat dan akurat."
|
Selanjutnya,
Ketika Politik Ikut Masuk ke Lapangan
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....