Gemerlap Piala Dunia 2026, Dibayangi Kontroversi yang Tak Usai
- 08 Jul 2026 07:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Piala Dunia 2026 tak hanya menghadirkan persaingan di lapangan, tetapi juga dibayangi berbagai kontroversi di luar pertandingan.
- Isu visa, harga tiket, cuaca ekstrem, hingga keputusan VAR menjadi polemik yang memengaruhi pengalaman pemain, ofisial, dan suporter.
- Sejumlah persoalan, termasuk dugaan intervensi politik dan tantangan geopolitik, menjadi catatan penting bagi FIFA dalam mengevaluasi penyelenggaraan mendatang.
Sebelum pertandingan pertama dimulai, Piala Dunia 2026 lebih dulu diwarnai persoalan di luar lapangan. Kebijakan imigrasi Amerika Serikat (AS) membuat proses pengajuan visa bagi sebagian suporter, jurnalis, hingga ofisial tim menjadi sorotan.
Meski FIFA mengusung slogan Football Unites the World, tidak semua pendukung sepak bola memiliki kesempatan yang sama untuk hadir langsung di stadion. Sejumlah warga dari negara tertentu menghadapi proses pemeriksaan yang lebih ketat, bahkan ada yang gagal memperoleh izin masuk meski telah memiliki tiket pertandingan.
Laporan Associated Press menyebutkan, suporter dari Haiti, Ghana, Irak, hingga beberapa negara Afrika lainnya menjadi kelompok yang paling terdampak. Salah satu kisah datang dari Mustafa Al Saadi, suporter asal Irak, yang batal menyaksikan negaranya tampil di Piala Dunia.
“Sangat sedih rasanya melihat orang-orang bisa hadir melihat tim-tim nasional mereka berlaga. Sementara saya tidak bisa,” kata Al Saadi, dikutip AP News.
Selain kebijakan visa, pemerintah AS juga menerapkan program visa bond hingga 15.000 dolar AS. Visa ini diperuntukan bagi pemohon dari sejumlah negara yang dinilai memiliki tingkat overstay tinggi.
Kebijakan tersebut menuai kritik karena dianggap menambah beban finansial bagi suporter yang ingin menyaksikan Piala Dunia secara langsung. Banyak para suporter dari berbagai negara mengeluhkan permasalahan visa ini.
Persoalan serupa turut dialami Timnas Iran. Sebanyak 15 anggota federasi sepak bola Iran gagal memperoleh visa Amerika Serikat. Akibatnya banyak tim logistik yang tidak dapat hadir dalam laga Iran di Piala Dunia 2026.
Tim pun harus memindahkan pusat latihan dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko. Akibatnya, para pemain harus bolak-balik melintasi perbatasan setiap kali menjalani pertandingan di wilayah AS.
Pengawas Tim Nasional Iran, Mahdi Mohammad Nabi, bahkan mengkritik FIFA karena dinilai gagal mengoordinasikan persoalan tersebut dengan pemerintah AS. Ia menyebut kondisi itu sebagai situasi yang belum pernah dialami timnya pada edisi Piala Dunia sebelumnya.
"Kami berharap Bapak Infantino benar-benar akan melaksanakan kata-kata dan janjinya kepada timnas Iran. Peraturan dan protokol FIFA harus dipatuhi dengan benar oleh federasi anggota maupun tuan rumah,” kata Nabi, mengutip Reuters.
Di tengah berbagai kendala tersebut, FIFA menyatakan telah berkoordinasi dengan pemerintah AS, Kanada, dan Meksiko untuk mempermudah mobilitas peserta turnamen.
Namun, berbagai laporan mengenai visa yang tertunda hingga penolakan masuk menunjukkan bahwa akses menuju pesta sepak bola terbesar dunia masih menjadi tantangan bagi sebagian pemain, ofisial, media, dan suporter.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....