Menyiapkan Talenta STEM, Jalan menuju Indonesia Emas 2045

  • 01 Jul 2026 06:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah memperkuat ekosistem talenta STEM melalui SMA Garuda, SMK Garuda, beasiswa LPDP, serta kolaborasi pendidikan dan industri untuk mendukung Indonesia Emas 2045.
  • Pengembangan talenta STEM membutuhkan strategi menyeluruh, mulai dari peningkatan anggaran pendidikan, perluasan partisipasi perempuan, hingga penguatan riset dan inovasi.
  • APBN menjadi instrumen utama pembangunan SDM unggul, dengan memperbesar alokasi beasiswa STEM dan mendukung industrialisasi berbasis teknologi.

Pemerintah menjadikan APBN sebagai instrumen utama untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, riset, dan industrialisasi nasional. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi jangka panjang sekaligus mempercepat terwujudnya Visi Indonesia Emas 2045.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pencapaian target tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri harus membangun sinergi yang semakin kuat.

"Melalui forum KSTI ini, pemerintah mengajak perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri untuk memperkuat kolaborasi dalam menghasilkan kebijakan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional," ujar Purbaya dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di Jakarta, Minggu 28 Juni 2026.

Ia menilai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan harus ditopang sumber daya manusia unggul serta industrialisasi yang semakin kompetitif. Penciptaan lapangan kerja, wirausaha inovatif, dan perusahaan rintisan juga menjadi bagian penting dalam transformasi ekonomi nasional.

"Untuk mencapai target tersebut, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus didukung oleh pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta tumbuhnya wirausaha dan perusahaan rintisan berbasis inovasi," kata Purbaya.

Sebagai implementasi kebijakan tersebut, pemerintah mempertajam penyaluran Beasiswa LPDP menuju bidang STEM dan sektor industri strategis. Prioritas itu mencakup pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan buatan, semikonduktor, hilirisasi, maritim, dan manufaktur maju.

Menurut Purbaya, pembangunan industri tidak cukup hanya mengandalkan investasi fisik dan pembangunan infrastruktur semata. Indonesia juga membutuhkan talenta unggul yang mampu menciptakan inovasi serta meningkatkan produktivitas di berbagai sektor strategis.

Karena itu, pemerintah mengembangkan pendidikan STEM secara berdampingan dengan bidang sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi. Pendekatan tersebut diharapkan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Pemerintah juga memastikan APBN tetap sehat dan kredibel untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global. Kebijakan fiskal yang adaptif diharapkan mampu mendukung investasi, meningkatkan produktivitas, dan memperluas kesejahteraan masyarakat.

"Pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang adaptif, sehingga APBN mampu melindungi masyarakat dari berbagai risiko global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," ujar Purbaya.

Melalui penguatan talenta, riset, dan industrialisasi, pemerintah berharap Indonesia memiliki fondasi pembangunan yang semakin kokoh menuju 2045. Sinergi seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci mencetak generasi unggul yang mampu membawa Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....