Menyiapkan Talenta STEM, Jalan menuju Indonesia Emas 2045

  • 01 Jul 2026 06:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah memperkuat ekosistem talenta STEM melalui SMA Garuda, SMK Garuda, beasiswa LPDP, serta kolaborasi pendidikan dan industri untuk mendukung Indonesia Emas 2045.
  • Pengembangan talenta STEM membutuhkan strategi menyeluruh, mulai dari peningkatan anggaran pendidikan, perluasan partisipasi perempuan, hingga penguatan riset dan inovasi.
  • APBN menjadi instrumen utama pembangunan SDM unggul, dengan memperbesar alokasi beasiswa STEM dan mendukung industrialisasi berbasis teknologi.

Pemerintah terus memperkuat pengembangan talenta bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika melalui Program SMA Unggul Garuda. Program tersebut menjadi bagian dari strategi menyiapkan sumber daya manusia unggul menghadapi tantangan pembangunan nasional.

Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini, mengatakan penguatan STEM tetap berjalan berdampingan dengan sosial humaniora. Menurutnya, kedua bidang memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung pembangunan Indonesia.

Ardi menilai Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan talenta STEM dibandingkan berbagai negara maju. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk memperluas akses pendidikan sains dan teknologi sejak jenjang sekolah.

"Di berbagai negara maju, talenta STEM sudah di atas 30 hingga 40 persen. Kita masih kurang dari 20 persen," ujarnya di SMA Negeri Unggulan MH Thamrin Jakarta, Senin 22 Juni 2026.

Meski mendorong penguatan STEM, pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap pengembangan ilmu sosial dan humaniora. Bidang tersebut dinilai tetap memiliki kontribusi penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.

Ardi mengatakan berbagai disiplin sosial humaniora tetap dibutuhkan dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor strategis. Menurutnya, implementasi ilmu pengetahuan memerlukan kolaborasi lintas disiplin agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara luas.

"Sosial humaniora menjadi sangat penting. Implementasi berbagai bidang sains membutuhkan pendekatan multidisiplin," katanya.

Pemerintah juga mendorong peserta didik mengenali minat dan potensinya sejak memasuki bangku sekolah menengah. Langkah tersebut diharapkan memperkuat kesiapan generasi muda memasuki sektor strategis nasional pada masa mendatang.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil melalui Program SMA Unggul Garuda Transformasi yang mencatat peningkatan penerimaan mahasiswa di kampus dunia. Hingga 24 April 2026, sebanyak 330 siswa memperoleh Letter of Acceptance LoA dari berbagai perguruan tinggi internasional.

Jumlah penerima LoA tersebut meningkat 150 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai 132 siswa. Sementara total LoA mencapai 1.567 surat atau meningkat 167 persen dibandingkan tahun 2025.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....