Stimulus Puluhan Triliun untuk Menjaga Ekonomi di tengah Ketidakpastian Global

  • 25 Jun 2026 19:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menggelontorkan paket stimulus ekonomi semester II 2026 senilai Rp26,34 triliun dengan fokus pada transportasi, magang-vokasi, dan bantuan pangan
  • Program magang dan vokasi mendapat alokasi Rp6,26 triliun untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja serta memperluas kesempatan kerja bagi 420 ribu peserta prioritas
  • Stimulus transportasi Rp2,04 triliun dan berbagai insentif sektor usaha diharapkan menjaga daya beli, mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional

Paket stimulus ekonomi 2026 yang diluncurkan pemerintah menyasar berbagai sektor strategis. Kebijakan tersebut mencakup insentif bagi penulis.

Stimulus diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pemerintah juga berharap kebijakan itu mampu mendorong aktivitas ekonomi nasional.

"Penulis di Indonesia sangat perlu disupport karena profit yang diperoleh tidak besar. Pembaca buku serius masih sangat terbatas dibanding jumlah penduduk Indonesia," kata Al Makin selaku Penulis Buku Dari Arthena sampai Nusantara, dalam wawancara bersama Pro3 RRI Jakarta, Rabu 24 Juni 2026.

Menurut Al Makin, tantangan terbesar dunia literasi adalah rendahnya minat baca masyarakat. Kondisi itu membuat profesi penulis sulit menjadi pekerjaan utama.

Ia menilai insentif bagi penulis harus diberikan secara langsung dan tepat sasaran. Dukungan tersebut dinilai dapat membantu proses riset dan produksi karya.

"Saya berharap stimulus itu langsung kepada penulis, bukan melalui penerbit. Semoga bantuan itu benar-benar mendukung lahirnya karya berkualitas," ujar Al Makin.

Selain penulis, Al Makin mendorong penguatan ekosistem literasi nasional. Dukungan terhadap perpustakaan dan forum diskusi buku dinilai sangat penting.

Beragam respons dari berbagai sektor menunjukkan luasnya cakupan paket stimulus ekonomi semester II 2026. Keberhasilan stimulus Rp26,34 triliun bergantung pada efektivitas pelaksanaan dan ketepatan sasaran penerima manfaat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....