Stimulus Puluhan Triliun untuk Menjaga Ekonomi di tengah Ketidakpastian Global
- 25 Jun 2026 19:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menggelontorkan paket stimulus ekonomi semester II 2026 senilai Rp26,34 triliun dengan fokus pada transportasi, magang-vokasi, dan bantuan pangan
- Program magang dan vokasi mendapat alokasi Rp6,26 triliun untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja serta memperluas kesempatan kerja bagi 420 ribu peserta prioritas
- Stimulus transportasi Rp2,04 triliun dan berbagai insentif sektor usaha diharapkan menjaga daya beli, mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional
Pemerintah menyiapkan Paket Stimulus Ekonomi Triwulan II dan Semester II Tahun 2026 melalui delapan kebijakan utama. Salah satu fokus kebijakan tersebut adalah program magang dan vokasi untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja.
Kebijakan itu juga diarahkan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Program magang dan vokasi menjadi bagian dari tiga pilar utama dalam paket stimulus ekonomi pemerintah.
Menko Airlangga mengatakan pemerintah akan mendorong pelaksanaan program magang dan vokasi pada semester II tahun 2026. Langkah itu diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat di berbagai daerah.
"Program magang dan vokasi ini kita akan dorong untuk dilaksanakan di paruh kedua semester kedua sehingga ini menjadi penggerak daripada perekonomian di masyarakat," kata Airlangga.
Dalam paket stimulus tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,26 triliun untuk program magang dan vokasi. Sebanyak Rp4,14 triliun diperuntukkan bagi Program Magang Nasional yang menyasar 150 ribu peserta.
Sementara itu, anggaran Rp2,12 triliun disiapkan untuk mendukung pelaksanaan berbagai program pelatihan vokasi. Program tersebut diprioritaskan bagi 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak PHK.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan Program Magang Nasional 2025 atau MagangHub menunjukkan hasil yang positif. Program itu menjaring 102,6 ribu peserta dari total 370,5 ribu pendaftar di seluruh Indonesia.
Para peserta ditempatkan pada 8.048 perusahaan dan instansi pemerintah yang menjadi mitra penyelenggara program. Mereka memperoleh uang saku setara upah minimum serta perlindungan JKK dan JKM.
Selain itu, peserta mendapatkan pendampingan mentor selama mengikuti program magang di tempat penugasan. Kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi BNSP juga diberikan guna meningkatkan kualitas dan daya saing.
Berdasarkan survei terhadap 65.245 peserta, sebanyak 84,26 persen menyatakan puas atau sangat puas. Sebanyak 67,13 persen responden juga menilai program tersebut membantu kondisi ekonomi keluarga mereka.
Survei terhadap 7.217 perusahaan dan instansi penyelenggara magang menunjukkan tingkat kepuasan yang cukup tinggi. Sebanyak 84,13 persen menyatakan puas atau sangat puas terhadap kontribusi peserta magang.
"Ini hasil yang menurut kami cukup positif sebagai feedback kita. Untuk pelaksanaan magang di angkatan II," ujar Yassierli.
Penilaian terhadap 22.297 mentor menunjukkan sebanyak 65,55 persen peserta mengalami peningkatan kompetensi teknis signifikan. Kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, berpikir kritis, dan adaptabilitas juga meningkat.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor keuangan menjadi penyerap terbesar peserta penerima penawaran kerja. Sektor perdagangan besar, industri pengolahan, kesehatan, teknologi informasi, administrasi, dan akomodasi juga aktif merekrut lulusan program magang.
Program pengembangan sumber daya manusia tersebut mendapat perhatian dari berbagai pihak karena dinilai berperan menjaga ketahanan ekonomi masyarakat. Dukungan terhadap kebijakan itu juga datang dari DPR yang menyoroti pentingnya efektivitas pelaksanaan seluruh paket stimulus pemerintah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....