Stimulus Puluhan Triliun untuk Menjaga Ekonomi di tengah Ketidakpastian Global

  • 25 Jun 2026 19:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menggelontorkan paket stimulus ekonomi semester II 2026 senilai Rp26,34 triliun dengan fokus pada transportasi, magang-vokasi, dan bantuan pangan
  • Program magang dan vokasi mendapat alokasi Rp6,26 triliun untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja serta memperluas kesempatan kerja bagi 420 ribu peserta prioritas
  • Stimulus transportasi Rp2,04 triliun dan berbagai insentif sektor usaha diharapkan menjaga daya beli, mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional

Sementara itu, sektor transportasi laut juga mendapat perhatian melalui program diskon tiket Pelni. Potongan harga hingga 30 persen berlaku selama masa libur sekolah 2026.

Kepala Cabang PT Pelni Merauke, Ronna Habi Widharto, mengatakan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Peningkatan pembelian tiket mulai terlihat sejak program diberlakukan.

"Penjualan tiket hari ini mencapai sekitar 480 penumpang dan masih bertambah. Biasanya jumlah penumpang sekitar 300 orang pada periode serupa," kata Ronna Habi kepada RRI di Jakarta, Rabu 24 Juni 2026.

Menurut Ronna, transportasi laut masih menjadi pilihan utama masyarakat Papua Selatan. Program diskon tersebut membantu meningkatkan mobilitas antardaerah dengan biaya lebih terjangkau.

"Kami mengajak masyarakat segera memanfaatkan tiket diskon melalui saluran resmi Pelni. Program ini diharapkan mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.

Berbagai respons positif dari penerima manfaat menunjukkan stimulus mulai memberikan dampak pada sejumlah sektor. Namun, efektivitas program secara keseluruhan tetap bergantung pada ketepatan pelaksanaan dan pengawasan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

Dampak yang mulai terlihat pada sektor transportasi menunjukkan bahwa stimulus tidak hanya berhenti pada tataran kebijakan. Pemerintah juga menyalurkan insentif kepada kelompok profesi tertentu, termasuk kalangan penulis yang selama ini menghadapi tantangan dalam mengembangkan ekosistem literasi nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....