Stimulus Puluhan Triliun untuk Menjaga Ekonomi di tengah Ketidakpastian Global

  • 25 Jun 2026 19:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menggelontorkan paket stimulus ekonomi semester II 2026 senilai Rp26,34 triliun dengan fokus pada transportasi, magang-vokasi, dan bantuan pangan
  • Program magang dan vokasi mendapat alokasi Rp6,26 triliun untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja serta memperluas kesempatan kerja bagi 420 ribu peserta prioritas
  • Stimulus transportasi Rp2,04 triliun dan berbagai insentif sektor usaha diharapkan menjaga daya beli, mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional

Anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansah mengapresiasi peluncuran paket stimulus ekonomi semester II tahun 2026 senilai Rp26,34 triliun. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga ketahanan ekonomi masyarakat di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.

“Kami mengapresiasi kebijakan paket stimulus sebesar Rp26,34 triliun yang dikeluarkan pemerintah. Kebijakan ini menjadi instrumen menjaga daya tahan ekonomi rakyat, terutama di tengah dinamika perekonomian yang cukup signifikan akibat tekanan ekonomi global,” ujar Charles dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada Parlementaria di Jakarta, Kamis 25 Juni 2026.

Ia mengatakan paket stimulus tersebut menunjukkan respons pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Ketidakpastian global, tekanan nilai tukar, dan perlambatan ekonomi dunia menjadi faktor yang perlu diantisipasi.

Charles menilai perpaduan kebijakan fiskal dan perlindungan sosial mencerminkan upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional. Langkah tersebut juga diarahkan untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi pada semester kedua tahun ini.

“Dengan kombinasi insentif fiskal, bantuan sosial, dukungan transportasi, dan penguatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansah (Foto: dokumentasi DPR RI)

Menurutnya, tantangan ekonomi saat ini berbeda dibandingkan masa pemulihan setelah pandemi Covid-19. Tekanan yang muncul lebih bersifat struktural, termasuk melemahnya daya beli masyarakat rentan dan meningkatnya biaya produksi.

Ia berharap stimulus tersebut mampu menjaga konsumsi masyarakat serta mempertahankan aktivitas industri nasional. Keberlangsungan sektor industri dinilai penting untuk menjaga lapangan kerja dan menekan risiko pemutusan hubungan kerja.

“Dengan aktivitas produksi dan industri yang tetap sehat, sektor ketenagakerjaan juga dapat terjaga. Sehingga mampu mengurangi risiko PHK yang berpotensi terjadi akibat tekanan ekonomi global,” katanya.

Charles juga menegaskan keberhasilan stimulus tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran yang dialokasikan pemerintah. Efektivitas pelaksanaan program di lapangan menjadi faktor utama dalam menentukan hasil kebijakan tersebut.

Ia menilai ketepatan sasaran penerima manfaat dan kecepatan penyaluran harus menjadi perhatian utama pemerintah. Selain itu, setiap anggaran yang dibelanjakan perlu memberikan dampak ekonomi yang optimal bagi masyarakat.

Penekanan DPR terhadap efektivitas pelaksanaan program sejalan dengan upaya pemerintah memastikan seluruh anggaran stimulus tersalurkan sesuai sasaran. Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah pengembangan keterampilan tenaga kerja melalui magang dan pelatihan vokasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....