Stimulus Puluhan Triliun untuk Menjaga Ekonomi di tengah Ketidakpastian Global
- 25 Jun 2026 19:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menggelontorkan paket stimulus ekonomi semester II 2026 senilai Rp26,34 triliun dengan fokus pada transportasi, magang-vokasi, dan bantuan pangan
- Program magang dan vokasi mendapat alokasi Rp6,26 triliun untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja serta memperluas kesempatan kerja bagi 420 ribu peserta prioritas
- Stimulus transportasi Rp2,04 triliun dan berbagai insentif sektor usaha diharapkan menjaga daya beli, mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional
PEMERINTAH menggulirkan paket stimulus ekonomi untuk semester II 2026 yang nilainya mencapai Rp26,34 triliun. Demikian diumumkan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto, Senin 22 Juni 2026 di Jakarta.
“Pemerintah menilai kondisi global masih rentan sehingga perekonomian domestik masih perlu dijaga,” ujarnya. Paket stimulus itu terbagi dalam tiga kluster yaitu insentif transportasi, program magang dan vokasi, serta bantuan pangan.
Untuk insentif transportasi dialokasikan anggaran sebesar Rp2,04 triliun, sedangkan untuk program magang dan vokasi sebesar Rp6,26 triliun. Kelompok bantuan pangan memperoleh alokasi anggaran paling besar yaitu Rp18,04 triliun.
Menurut Menko, pemerintah masih terus memonitor perkembangan konflik global terutama di Timur Tengah. “Kita harus terus menjaga perekonomian domestik dengan langkah-langkah proaktif guna mengantisipasi risiko eksternal,” ucapnya.
Paket stimulus ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Beberapa insentif sudah diumumkan sebelumnya seperti tarif khusus PPh final 1,5 persen untuk penulis buku.

Kemudian diskon tarif transportasi darat dan laut pada masa liburan sekolah. Serta insentif transportasi udara selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Insentif lainnya diberikan untuk impor LPG dan bahan baku plastik berupa tarif impor nol persen. Nilai manfaatnya bagi sektor ekonomi sebesar Rp2,25 triliun berupa pengurangan biaya produksi bagi industri terkait.
“Tarif impor nol persen untuk bahan baku plastic diharapkan juga dapat membantu pelaku usaha yang menggunakan kemasan plastik,” ucap Airlangga. Selain itu, pemerintah juga menurunkan tarif impor suku cadang pesawat menjadi nol persen untuk menopang industri penerbangan.
Pada semester II 2026, pemerintah juga melanjutkan program magang dan vokasi yang menyasar ratusan ribu peserta. Begitu pula dengan program bantuan beras 10 kilogram yang diperpanjang hingga September 20226.
Untuk program bantuan pangan, pemerintah memberikan bantuan Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan (SPHP) kedelai. Ini bertujuan untuk membantu perajin tahu tempe yang terkena imbas naiknya bahan baku kedelai.
“Bantuan diberikan sebesar Rp2.000 per kilogram kedelai untuk kuota 250 ribu ton pada tahap pertama,” kata Menko. Menurut dia, bantuan akan diberikan untuk daerah yang harga kedelainya di atas harga acuan pembelian.
Besarnya alokasi stimulus menunjukkan pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai instrumen kebijakan. Salah satu komponen yang langsung menyentuh mobilitas masyarakat adalah stimulus sektor transportasi yang menjadi fokus implementasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....